Dari Benang ke Bunyi Pameran Listening Thread Jadi Magnet IPACS 2025

IPACS 2025 diikuti oleh 17 negara peserta sebagai wujud sinergi budaya kawasan Pasifik.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menampilkan pameran bertajuk Listening Thread dalam rangkaian acara puncak Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 yang berlangsung di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 11–13 November 2025.

Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, Selasa (11/11/2025) di Halaman Hotel Harper Kupang, Kurator Ruang Kementerian Kebudayaan, Nala Nandana, menjelaskan bahwa pameran ini merupakan hasil kolaborasi dengan UPTD Museum Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Melalui Listening Thread, kami ingin menunjukkan bahwa tenun dan musik bukan sekadar artefak masa lalu, tetapi bagian dari kehidupan masyarakat NTT yang terus berdenyut hingga kini,” ujarnya.

Pameran ini menampilkan sejumlah artefak pilihan dari koleksi museum yang mengingatkan kekayaan budaya Seteh sebagai fokus utama. Konsep Listening Thread menggambarkan benang merah antara kriya, musik, dan tenun sebagai warisan budaya hidup masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Pengunjung diajak memahami keterhubungan antara proses pembuatan benang, nilai-nilai kerajinan tangan, dan tradisi musik yang tumbuh bersama dalam kehidupan masyarakat setempat.

Menariknya, pameran ini menawarkan pengalaman interaktif yang jarang ditemui di museum. Pengunjung dapat menyentuh kain tenun, mengenal proses pembuatannya, serta menikmati instalasi audio berisi bunyi alat musik tradisional daerah.

“Kami ingin agar masyarakat, terutama pelajar, bisa belajar sambil merasakan langsung kekayaan budaya mereka sendiri,” tambah Nala.

Sejak hari pertama, antusiasme pengunjung terlihat tinggi, terutama dari kalangan pelajar yang penasaran dengan proses pembuatan tenun dan keberagaman alat musik daerah. Selama tiga hari penyelenggaraan, pameran ini juga menghadirkan kolaborasi bersama musisi lokal yang menampilkan pertunjukan Sasando di panggung utama IPACS 2025.

IPACS 2025 diikuti oleh 17 negara peserta sebagai wujud sinergi budaya kawasan Pasifik.

“Melalui IPACS, kita tidak hanya memamerkan budaya Indonesia, tapi juga membuka ruang dialog dan kolaborasi antarbangsa di kawasan Pasifik,” tutur Nala.