Pelatihan Anti Hoaks Targetkan Terciptanya Jembatan Komunikasi Pemerintah dan Warga

Sekda Kota Kupang mengingatkan "masyarakat agar tidak langsung menyebarkan informasi tanpa memeriksa kebenarannya."

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, SH, mewakili Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang membuka kegiatan Pelatihan Duta Anti Hoaks Tahun 2025 bagi perwakilan 51 kelurahan di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat (5/12/2025).

Dalam sambutannya, Sekda Kota Kupang, Jeffry E. Pelt menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang bersedia mengikuti pelatihan ini. “Atas nama pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih karena Bapak-Ibu hadir untuk mengikuti pelatihan dan menjadi duta anti hoaks di keluarga masing-masing,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kehidupan masyarakat saat ini tidak terlepas dari digitalisasi. “Hari ini anak-anak pun sudah akrab dengan handphone. Teknologi sangat membantu, tetapi kalau disalahgunakan, bisa merusak banyak hal,” katanya.

Jeffry Pelt mencontohkan bagaimana informasi buruk lebih cepat menyebar daripada berita baik. “Berita baik biasanya cepat hilang, tetapi berita tidak benar bisa hidup lama di tengah masyarakat. Bahkan kita masih membicarakan hoaks dari tahun 2019 hingga sekarang,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menyebarkan informasi tanpa memeriksa kebenarannya. “Banyak orang melihat kejadian di jalan lalu langsung memotret dan menyebarkan di media sosial. Pertanyaannya, kita dapat apa? Kadang justru menambah masalah,” tegasnya.

Karena itu, ia berharap pelatihan ini membantu peserta menjadi pribadi yang lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. “Mari kita belajar memfilter diri. Saya sendiri jarang meneruskan informasi yang belum jelas kebenarannya. Kita harus hati-hati, jangan sampai kita ikut menyebarkan hoaks,” katanya.

Jeffry Pelt berharap dua hari pelatihan ini membentuk para peserta menjadi duta anti hoaks yang mampu meminimalkan penyebaran informasi palsu di lingkungan masing-masing. “Yang paling penting adalah kemampuan memfilter informasi sebelum membagikannya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Sekretaris Diskominfo Kota Kupang, Joseph Leonard Kale, dalam laporannya mengatakan bahwa penyebaran hoaks dan disinformasi telah menjadi ancaman serius bagi keharmonisan sosial dan stabilitas pembangunan daerah. “Pemerintah Kota Kupang telah mengambil langkah strategis melalui program Kota Kupang Bebas Hoaks sebagai sistem klarifikasi cepat dan terpercaya bagi masyarakat,” ujarnya.

Joseph menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem literasi digital menuju masyarakat cerdas sebagai fondasi smart city. “Pelatihan ini bertujuan mencetak duta anti hoaks di setiap kelurahan, yang mampu menjadi filter informasi sekaligus jembatan komunikasi yang kredibel antara pemerintah dan masyarakat,” terangnya.

Ia juga menambahkan bahwa pelatihan ini diharapkan meningkatkan kapasitas peserta dalam mengenali anatomi hoaks, melakukan pengecekan fakta secara mandiri, serta menerapkan teknik pencegahan dan pembongkaran hoaks. “Kegiatan ini juga membangun kemitraan strategis antara pemerintah, aparat penegak hukum, komunitas anti hoaks, dan masyarakat dalam menangani isu informasi yang bersifat publik,” kata Joseph.

Kegiatan ini diikuti 130 peserta dari 51 kelurahan di Kota Kupang.