Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK menggelar program Viral NTT bertajuk “Bastian dan Kasih Sayang yang Hilang” pada Sabtu, (14/2/2026), di Studio Radio TIRILOLOK.
Talkshow tersebut menghadirkan Kepala Keasistenan Pencegahan Maladministrasi Ombudsman NTT, Alberth Roy Kota, S.Si., M.Si., serta Anggota DPRD NTT Fraksi PAN, Kristoforus Loko, S.Fil.
Dalam dialog interaktif, Alberth Roy Kota menekankan pentingnya refleksi bersama yang dimulai dari lingkup pribadi, keluarga, hingga masyarakat luas.
“Negara harus hadir dalam setiap aspek kehidupan warga melalui sistem yang baik, peduli, responsif, dan saling mendukung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berbagai bentuk maladministrasi dalam pelayanan publik—seperti diskriminasi, penundaan berlarut, hingga tidak diberikannya layanan—dapat diminimalkan melalui penerapan standar pelayanan publik yang jelas, disusun dengan baik, dan dijalankan secara konsisten.
“Pejabat publik, baik di lembaga legislatif, ombudsman, maupun pemerintahan, bukanlah atasan masyarakat, melainkan pelayan masyarakat,” ujarnya.
Oleh Karena itu, ia menegaskan setiap penyelenggara pelayanan publik harus bekerja dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, serta semangat kasih yang tidak diskriminatif agar praktik maladministrasi di Nusa Tenggara Timur dapat dihapuskan secara bertahap.
Sementara itu, Anggota DPRD NTT, Kristoforus Loko, menilai peristiwa tragis yang dialami Bastian di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, bukan sekadar persoalan pribadi, melainkan tragedi kolektif yang menjadi cermin bagi seluruh masyarakat NTT.
“Ini adalah tamparan keras bagi para pengambil kebijakan untuk melakukan evaluasi mendasar,” ujarnya.
Menurut Kristoforus Loko, penanganan persoalan tidak boleh bersifat parsial atau insidental, tetapi harus menggunakan pendekatan sistem dalam tata kelola pemerintahan.
“Peristiwa tragis tidak boleh dipolitisasi atau dijadikan ajang pencitraan. Penderitaan masyarakat harus menjadi dasar refleksi serius untuk membenahi sistem, melindungi kelompok rentan, dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di daerah mana pun di NTT,” ujarnya.
Acara Talkshow ini menjadi pengingat bahwa kasih sayang tidak cukup berhenti pada wacana, melainkan harus diwujudkan dalam kebijakan, sistem pelayanan, dan tindakan nyata yang berpihak pada masyarakat.














