Transformasi Pendidikan NTT Melalui Integrasi AI, Robotika, dan Koding untuk Generasi Masa Depan

Pentingnya AI, Robotika, dan Koding dalam Sistem Pendidikan di NTT.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK menyelenggarakan program “Gen Z Bicara” dengan mengangkat topik Pentingnya Integrasi Kecerdasan Buatan (AI), Robotika, dan Koding dalam Sistem Pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (25/3/2026), di Studio Radio TIRILOLOK.

Kegiatan tersebut menghadirkan Manager sekaligus Co-Founder Logosi Institute, Vivin Da Silva, bersama Staf Akademik Logosi Institute, Frederico Andreas, dalam dialog interaktif yang membahas arah transformasi pendidikan berbasis teknologi di daerah.

Vivin Da Silva mengatakan bahwa pendirian Logosi Institute berangkat dari pengalaman panjang di bidang sosial, komunitas literasi, serta ketertarikan terhadap dunia pendidikan. Latar belakang akademik di bidang Pendidikan Kimia dan keterlibatan aktif dalam berbagai komunitas membentuk pandangan bahwa pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam mendukung pendidikan formal.

Menurut dia, pendekatan pendidikan yang hanya berbasis teori belum cukup menjawab tantangan nyata di masyarakat. Oleh karena itu, ia melanjutkan studi magister di bidang teknologi pendidikan guna memperdalam kemampuan dalam penyusunan kurikulum dan desain pembelajaran yang adaptif.

“Pendidikan harus kontekstual dan mampu menjawab kebutuhan zaman, termasuk melalui integrasi teknologi seperti AI dan robotika,” ujarnya.

Ia menambahkan, Logosi Institute dibangun dengan semangat kolaborasi dan inovasi, serta didukung lingkungan keluarga yang memiliki budaya kreatif.

Kehadiran lembaga ini diharapkan menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan kreativitas.

Berdasarkan hasil kajian dan sosialisasi di berbagai wilayah, lanjut Vivin, NTT memiliki banyak talenta muda yang belum mendapatkan ruang eksplorasi yang memadai. Kondisi tersebut mendorong hadirnya wadah pengembangan diri agar potensi lokal dapat berkembang tanpa harus keluar daerah.

“Banyak anak muda berbakat, tetapi belum memiliki akses dan ruang untuk berkembang secara optimal,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pengembangan lembaga pendidikan merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi dan komitmen. Pendekatan yang digunakan mengarah pada pascahumanisme, yakni perspektif yang menekankan keterhubungan antara manusia, teknologi, dan alam.

“Pengetahuan tidak hanya bersumber dari manusia, tetapi juga dari interaksi dengan teknologi dan lingkungan. Karena itu, ekosistem pembelajaran harus menjaga keseimbangan antara inovasi dan keberlanjutan,” katanya.

Sementara itu, Frederico Andreas mengatakan ketertarikannya bergabung dengan Logosi Institute berawal dari program magang nasional yang membawanya ke berbagai institusi, termasuk divisi akademik PT Filosofi Eksider Inovasi.

Ia menilai kesamaan visi dalam pengembangan pendidikan menjadi alasan utama untuk terlibat dalam lembaga tersebut. Latar belakangnya yang berasal dari wilayah dengan kategori terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) turut membentuk perspektif kuat terhadap tantangan pendidikan di NTT.

“Pengalaman tersebut membuat saya melihat langsung bagaimana pendidikan menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Meskipun memiliki latar belakang di bidang teknologi informasi, Rico menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam transformasi pendidikan berbasis teknologi dan inovasi di daerah.

Menurut Rico, pendidikan merupakan fondasi utama dalam menentukan kemajuan suatu daerah, sehingga perlu didukung oleh integrasi teknologi yang relevan dengan perkembangan zaman.

Kegiatan ini menegaskan pentingnya sinergi antara sektor pendidikan, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia sebagai langkah strategis menuju masa depan NTT yang lebih maju, adaptif, dan kompetitif.