Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 yang mengguncang Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis, 9 April 2026, memicu aksi solidaritas dari berbagai elemen mahasiswa di Kota Kupang.
Salah satunya datang dari Ikatan Pelajar Mahasiswa Lamahala (IPMAL) Kupang yang turun ke jalan menggalang dana bagi korban terdampak.
Berdasarkan data hingga 14 April 2026, gempa tersebut menyebabkan 15 warga mengalami luka-luka, terdiri dari lima luka berat dan 10 luka ringan. Selain itu, sebanyak 354 rumah dilaporkan mengalami kerusakan, terutama di Desa Terong dan Desa Lamahala. Wilayah yang paling terdampak berada di Kecamatan Adonara Timur dan Solor Timur.
Aksi penggalangan dana dilakukan IPMAL Kupang di kawasan lampu merah Jalan Frans Seda, Bundaran Patung Kirab, dengan melibatkan sejumlah organisasi kepemudaan dan mahasiswa.
Ketua Umum IPMAL Kupang, Abdul Hamid Ma’un Pradijaya, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap warga terdampak bencana, khususnya di Pulau Adonara.
“Kami melihat situasi di Flores Timur, khususnya di Adonara, yang sedang mengalami bencana gempa. Aksi ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap saudara-saudara di sana,” ujarnya saat diwawancarai Radio TIRILOLOK, Selasa, (14/4/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan ini melibatkan sejumlah organisasi, di antaranya Gapwal Larantuka, IMW Witihama, AMA Adonara, serta organisasi kepemudaan lainnya yang tergabung dalam Cipayung Plus, termasuk Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.
Menurut Hamid, aksi penggalangan dana telah memasuki hari kedua. Pada hari pertama, dana yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp4.693.000.
“Hari ini adalah aksi kedua. Untuk aksi kemarin, total dana yang terkumpul Rp4.693.000,” katanya.
IPMAL Kupang menargetkan total penggalangan dana mencapai Rp30 juta. Nantinya, bantuan tersebut akan disalurkan langsung ke lokasi terdampak bersama organisasi mitra.
“Kami akan bergabung dengan OKP lokal dan menjadi penggerak bersama untuk menyalurkan bantuan langsung ke lokasi bencana,” ujarnya.
Hamid juga memastikan bahwa kegiatan penggalangan dana dilakukan dengan tetap memperhatikan ketertiban umum. Pihaknya telah mengantongi izin dari Dinas Sosial dan kepolisian setempat.
“Kami sudah mengajukan izin, sehingga aksi ini dipastikan tidak mengganggu arus lalu lintas masyarakat di Kota Kupang,” katanya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berpartisipasi serta harapan bagi warga terdampak agar tetap tabah menghadapi situasi ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kota Kupang. Kami juga mendoakan agar masyarakat Flores Timur diberi ketabahan dan situasi segera pulih,” ujarnya.














