Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed melakukan kunjungan kerja ke Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (4/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo.
Kunjungan ini dirangkaikan dengan peninjauan TK Kristen Kota Kupang yang berada di lingkungan Gereja Masehi Injili di Timor Kota Kupang, sekaligus peletakan batu pertama program revitalisasi satuan pendidikan tersebut. Program ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto, dengan mengusung tema “Wujudkan Sekolah Asri”.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya Anggota DPR RI Anita Jacoba Gah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT Ambrosius Kodo, Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan Yusuf Lery Rupidara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Ernest Ludji, serta perwakilan sinode GMIT dan unsur pendidikan lainnya.
Kegiatan diawali dengan peninjauan langsung ke ruang belajar TK Kristen Kota Kupang yang saat ini masih memanfaatkan fasilitas gereja. Rombongan disambut antusias oleh para siswa.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Abdul Mu’ti juga menyerahkan bantuan berupa perlengkapan alat tulis dan tas kepada para siswa.
Selanjutnya, rombongan menuju lokasi pembangunan baru yang terletak di Jalan Soekarno, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kota Lama, untuk melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan.
Dalam wawancara bersama wartawan, Abdul Mu’ti menyampaikan harapannya agar pembangunan fasilitas baru ini dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
“Harapan kami, dengan pembangunan ini kegiatan belajar mengajar bisa berjalan lebih baik. Tentu kualitas pendidikan juga meningkat, dan pada akhirnya sumber daya manusia, khususnya di NTT, semakin berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan TK Kristen Kota Kupang, Johny Rohi, menjelaskan bahwa proyek ini mencakup pembangunan dua ruang kelas, satu ruang administrasi, satu ruang guru, serta fasilitas toilet.
Ke depan, fasilitas tambahan seperti pagar sekolah dan area bermain anak juga akan dibangun untuk mendukung kenyamanan dan keamanan siswa.
Pembangunan ini menelan anggaran sekitar Rp863 juta dan ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari kerja atau sekitar empat bulan. Dengan demikian, fasilitas tersebut diharapkan sudah dapat digunakan pada Agustus 2026.
Johny menambahkan, peletakan batu pertama ini menjadi penanda dimulainya proses pembangunan yang diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam menciptakan generasi muda yang unggul.














