Oelamasi, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Penfui Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyediakan kebutuhan pokok murah bagi masyarakat guna membantu meringankan beban ekonomi di tengah kenaikan harga bahan pokok.
Sekretaris Kopdes Merah Putih Penfui Timur, Florentinus Woda, mengatakan koperasi tersebut saat ini memiliki 114 anggota aktif yang mendapatkan akses pembelian bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibanding kios maupun pasar.
“Penawaran barang kebutuhan masyarakat seperti minyak dan beras dengan harga terjangkau. Berbeda dengan harga di kios maupun pasar. Kami berharap masyarakat Desa Penfui Timur bisa bergabung menjadi anggota Koperasi Merah Putih Penfui Timur,” ujar Florentinus Woda dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, Jumat (8/5/2026).
Ia menjelaskan, koperasi menjual beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp62 ribu dan minyak goreng Rp17 ribu per liter.
“Contohnya beras SPHP 5 kg kami jual Rp62.000, sedangkan minyak goreng Rp17.000 per liter. Kami juga memberikan SHU (Sisa Hasil Usaha) akhir tahun berdasarkan akumulasi pembelanjaan tiap anggota,” katanya.
Selain layanan kebutuhan pokok, koperasi juga membuka layanan simpanan bagi anggota. Untuk menjadi anggota, masyarakat diwajibkan membayar simpanan pokok sebesar Rp200 ribu dan simpanan wajib Rp10 ribu per bulan.
Namun, untuk layanan pinjaman uang, pihak koperasi mengaku masih menunggu regulasi dari pemerintah.
“Terkait pinjaman, kami masih menunggu regulasi dan petunjuk dari Kemenkop atau Dinas Koperasi terkait. Saat ini kami baru melayani simpanan saja,” ujarnya.
Florentinus Woda berharap pemerintah dapat membantu menjamin ketersediaan stok kebutuhan pokok di koperasi, terutama di tengah lonjakan harga energi rumah tangga yang dikeluhkan masyarakat.
“Kendala saat ini adalah harga minyak tanah dan gas LPG. Hari ini harga gas 12 kg melonjak drastis menjadi Rp480.000, padahal sebulan lalu sebelum Lebaran masih Rp255.000. Kenaikan ini membuat masyarakat mengeluh,” katanya.
Ia menambahkan, Kopdes Merah Putih Penfui Timur ingin berkembang dan mampu bersaing dengan koperasi lainnya di NTT melalui penyediaan produk kebutuhan harian yang terjangkau.
“Kami ingin Koperasi Merah Putih ini bersaing dengan koperasi mandiri lainnya di NTT yang jumlahnya sudah ribuan, dengan menawarkan produk unggul terutama kebutuhan pokok harian,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu anggota koperasi, Godlif, mengaku terbantu dengan harga minyak goreng yang lebih murah dibanding kios lain.
“Dibandingkan dengan kios-kios lain, harga minyak di sini berbeda. Untuk anggota, harganya Rp17.000 per liter, sementara di kios-kios Bugis sudah mencapai Rp20.000. Kebetulan hari ini saya datang untuk membeli minyak,” katanya.
Ia juga berharap pemerintah terus mendukung keberlangsungan koperasi agar pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia bagi masyarakat.
“Harapan untuk pemerintah adalah terus mendorong koperasi ini ke depan, terutama dalam melengkapi stok bahan-bahan kebutuhan pokok. Karena jika pemerintah tidak memasok barangnya, kami konsumen mau beli dari mana?” ujar Godlif.














