Pendidikan Teknologi NTT Bergerak Lewat Filosi Robotic Competition 2026

Guru dinilai memiliki peran besar dalam membantu peserta didik mempersiapkan masa depan.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Filosi Robotic Competition and Expo 2026 tingkat SD, SMP, SMA/SMK serta Expo Perguruan Tinggi se-Nusa Tenggara Timur resmi berakhir di Aula BPVP Kementerian Ketenagakerjaan, Jumat (22/5/2026).

Ajang tersebut menjadi kompetisi robotika pertama dan terbesar di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mempertemukan pelajar, mahasiswa, pemerintah, akademisi, serta komunitas teknologi dalam pengembangan pendidikan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, mengapresiasi inisiatif generasi muda Kota Kupang yang berhasil membangun kolaborasi hingga terselenggaranya kegiatan berskala regional tersebut.

Menurut Ambrosius Kodo, penguasaan STEM menjadi kunci penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di NTT. Potensi sumber daya alam daerah dinilai hanya dapat memberikan nilai ekonomi apabila didukung kemampuan teknologi dan inovasi.

“Potensi daerah yang besar tidak akan memberi manfaat maksimal tanpa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.

Ia menegaskan, kemajuan daerah bergantung pada kemampuan generasi muda menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa kemampuan tersebut, masyarakat berisiko hanya menjadi penonton ketika potensi daerah dikelola pihak luar.

Semangat bermimpi dan belajar juga menjadi pesan utama kepada peserta kompetisi. Generasi muda didorong terus meningkatkan kemampuan melalui disiplin belajar dan latihan agar mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia.

Pemerintah Provinsi NTT, lanjut Ambrosius Kodo, telah meluncurkan Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam belajar sebagai upaya memperkuat budaya belajar di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Program tersebut mengajak keluarga menyediakan waktu belajar selama satu jam setiap hari dengan pendampingan orang tua serta mengurangi penggunaan gawai secara berlebihan.

Ambrosius Kodo juga mengingatkan pentingnya menghormati proses pembinaan di sekolah selama dilakukan secara santun dan tanpa kekerasan. Guru dinilai memiliki peran besar dalam membantu peserta didik mempersiapkan masa depan.

Pada akhir sambutannya, Ambrosius menyampaikan dukungan Pemerintah Provinsi NTT terhadap keberlanjutan Filosi Robotic Competition and Expo pada tahun-tahun mendatang. Kolaborasi antarlembaga disebut menjadi kunci utama dalam membangun pendidikan dan inovasi teknologi di daerah.

Sementara itu, Co-Founder dan Manager Logosi Institute, Virginia Rosa da Silva, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari gagasan membangun ekosistem teknologi di NTT.

Menurut Virginia, hasil survei ke sejumlah sekolah dan perguruan tinggi menunjukkan potensi besar generasi muda NTT dalam bidang teknologi dan inovasi. Potensi tersebut dinilai mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia maupun luar negeri.

“Kami melihat banyak anak muda di NTT memiliki kemampuan dan kreativitas yang sangat besar di bidang teknologi,” ujarnya.

Virginia berharap pengembangan teknologi di NTT dapat mendorong kemandirian pada sektor energi dan teknologi sehingga daerah tidak terus bergantung pada wilayah maupun negara lain.

Peserta kompetisi berasal dari berbagai daerah di NTT hingga luar provinsi, seperti NTB, Atambua, dan Soe. Antusiasme peserta dinilai menjadi indikator meningkatnya minat generasi muda terhadap robotika dan teknologi.

Virginia juga menjelaskan penilaian lomba dilakukan secara menyeluruh, termasuk aspek orisinalitas karya ilmiah melalui pemeriksaan Turnitin dengan batas maksimal tingkat kemiripan sebesar 25 persen.

Panitia, lanjut dia, juga membuka ruang klarifikasi bagi peserta yang ingin mengetahui detail penilaian secara langsung bersama dewan juri.

Filosi Robotic Competition and Expo 2026 diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat budaya inovasi, riset, dan penguasaan teknologi di Nusa Tenggara Timur.