Gelar Seminar Nasional, FEB UNWIRA Fokus Kembangkan Kurikulum OBE

Ia menyebut, dunia saat ini sedang mengalami perubahan yang begitu cepat, sebagai akibat dari perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, transformasi ekonomi global, dan dinamika pasar kerja yang semakin kompetitif.

Seminar Nasional FEB UNWIRA

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || NASIONAL – Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang berkolaborasi bersama Bank Indonesia, menghadirkan forum ilmiah dalam Seminar Nasional bertajuk “Sinkronisasi Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) dengan Kebutuhan Dunia Kerja dan Transformasi Ekonomi Global”.

Berlangsung di Aula St. Paulus Rektorat UNWIRA Kampus Penfui pada Selasa (26/05), kegiatan tersebut melibatkan Civitas Akademika FEB UNWIRA, yang berasal dari empat Program Studi, yakni Manajemen, Ekonomi Pembangunan, dan Akuntansi pada jenjang studi Sarjana serta Program Studi Magister Manajemen.

Wakil Dekan I FEB UNWIRA, Dr. Marius Masri, S.E., M.Si., bertindak sebagai moderator, sementara sejumlah pembicara yang dihadirkan yaitu, Prof. Dr. Werner Ria Murhadi, S.E., M.M., CSA., CIB., CRP – Ketua Program Studi Magister Manajemen Universitas Surabaya; Theresia M. Florensia, S.E., M.Ec. Dev – Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Provinsi NTT; Dr. Fajri Muharja – Dosen dan Peneliti FEB Universitas Andalas sekaligus Ketua Asosiasi Program Studi Ekonomi Pembangunan (APSEPI); dan Dudi Pratomo S. E. T., M.Ak., PhD. – Ketua Kelompok Keahlian Accounting, Economics and Finance Studies.

Dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan secara resmi, Rektor UNWIRA, P. Dr. Stefanus Lio, SVD, S.Fil., M.A., menilai bahwa topik yang diangkat dalam seminar itu sangat relevan dan strategis dalam konteks pendidikan tinggi dewasa ini. Ia menyebut, dunia saat ini sedang mengalami perubahan yang begitu cepat, sebagai akibat dari perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, transformasi ekonomi global, dan dinamika pasar kerja yang semakin kompetitif.

Baginya, perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga harus mampu membentuk lulusan yang adaptif, kreatif, inovatif, berintegritas, dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Dalam konteks itulah, ia melihat bahwa pendekatan OBE menjadi sangat penting.

Lebih lanjut, Pater Rektor menyoroti OBE yang menekankan pada capaian pembelajaran yang terukur, relevan, dan berorientasi pada kompetensi nyata yang dibutuhkan oleh masyarakat, dunia usaha, dan bidang industri. Ia menegaskan bahwa kurikulum pendidikan semestinya tidak hanya disusun berdasarkan apa yang diajarkan, tetapi terutama pada kemampuan yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan proses pendidikan nanti.

Rektor UNWIRA periode 2025-2029 itu juga menjelaskan bahwa UNWIRA kini tengah fokus melakukan proses peninjauan dan pengembangan kurikulum di seluruh program studi sebagai bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Karena itu menurutnya, seminar nasional tersebut menjadi momentum yang tepat untuk memperoleh sejumlah perspektif, masukan, pengalaman, dan praktik baik dalam penyusunan kurikulum yang relevan dengan tantangan zaman.

Di akhir sambutannya, ia berharap agar seminar nasional itu tidak berhenti pada tataran diskusi akademis semata, melainkan sungguh melahirkan rekomendasi konkret bagi pengembangan kurikulum yang lebih kontekstual , responsif, dan berdaya saing global. Secara khusus, ia mengapresiasi FEB sebagai salah satu fakultas strategis di UNWIRA yang diharapkan dapat menjadi pelopor dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi agen transformasi ekonomi dan pembangunan masyarakat.

Adapun Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) berdiri sejak tahun 1983, setahun setelah UNWIRA resmi berdiri pada 24 September 1982.