Menyaksikan Yesus Sebagai Sumber Hidup

Pada hari minggu ini gereja-gereja merayakan Minggu Trinitas.

Kebaktian minggu dirangkai dengan penutupan Bulan Budaya dan perayaan HUT GMIT Eden Kisbaki ke-28 dan HUT Pemandirian ke-18.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pada hari minggu ini gereja-gereja merayakan Minggu Trinitas. Perayaan Minggu Trinitas baru ditetapkan pada abad ke-14. Perayaan itu berlangsung pada minggu pertama sesudah Pentakosta untuk menyaksikan tentang Allah Tritunggal. Pernyataan Allah dan kekudusan serta ke-esaanNya menjadi pusat penyembahan umat.

Pada hari Minggu, (26/5/2024) di GMIT Eden Kisbaki Klasis Kota Kupang, kebaktian minggu dirangkai dengan penutupan Bulan Budaya dan perayaan HUT GMIT Eden Kisbaki ke-28 dan HUT Pemandirian ke-18 dengan Tema “Menyaksikan Yesus Sebagai Sumber Hidup” yang dipimpin oleh Pdt. Semuel B. Pandie, S.Th.

Dalam perenungan Firman Tuhan berdasar pada Kitab 1 Yohanes 5:6-12, Pdt. Semuel Pandie mengatakan, berbicara tentang Alkitab mengajarkan tentang Firman Tuhan tetapi meragukan tentang Yesus sebagai Tuhan sama dengan berada dalam KEHAMPAAN.

Pdt. Semuel Pandie yang adalah Ketua Sinode GMIT ini menyampaikan, jika Kristen Progresif mengatakan Yesus bukan satu-satunya keselamatan, silahkan. Dan warga GMIT mengatakan bahwa Kristen progresif bukan gereja karena Gereja sejati dibangun diatas dasar Yesus Kristus sebagai Tuhan.

Pdt. Semuel Pandie menegaskan, Tuhan itu adalah tentang bagaimana jemaat mengalami keintiman karena selalu ada kuasa yang diberikan kepada orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Inilah yang membuat gereja mampu bertahan ditengah gempuran zaman.

Diakhir perenungannya, Pdt. Semuel Pandie mengajak jemaat singkirkan ego pribadi agar menyaksikan Tuhan yang hidup dari cara pandang, terminology dan keintiman jemaat dengan Tuhan.

Dalam rangkaian Kebaktian tersebut, jemaat Eden Kisbaki juga memberikan tanda kasih kepada 4 Pendeta yang pernah melayani serta tanda kasih untuk para perintis jemaat serta pemberian Diakonia bagi jemaat. Kebaktian ditutup dengan tarian Lendo Hawu, foto Bersama dan ramah tamah.