Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Peternakan bekerjasama dengan PRISMA (Promoting Rural Incomes Through Support For Markets In Agriculture) menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Berbagi Pengalaman Sektor Babi NTT (Pig Sector Lesson Leamed Sharing). Kegiatan ini bertujuan untuk pertukaran pengetahuan dalam pengembangan industri ternak babi pada Jumat, (14/6/2024) yang bertempat di Hotel Aston Kupang.
Dalam sambutannya, Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Linus Lusi, yang mewakili Penjabat Gubernur NTT menyampaikan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengadakan pertemuan penting ini sebagai dukungan terhadap target pembangunan di NTT, yang bertujuan untuk memacu pertumbuhan ekonomi hingga tahun 2024. Hingga saat ini, pertumbuhan ekonomi NTT telah mencapai 3,61%. Untuk meningkatkan ekonomi, IDF, menurunkan tingkat kemiskinan, dan stunting.Pihak akademisi, gereja, dan masyarakat turut hadir untuk membahas tantangan sektor peternakan babi yang berkontribusi sebesar 30% terhadap produksi nasional.
Dalam konferensi pers bersama wartawan yang dipimpin oleh CEO PRISMA, Prajwal Shahi, yang diterjemahkan oleh Nita Liwulangi, disampaikan bahwa setiap pertenakan babi menjalankan Inovasi Buatan. Keuntungan dari Inovasi Buatan adalah mengurangi risiko penyebaran virus karena tidak perlu mengimpor babi dari luar wilayah, tetapi dapat menghasilkan populasi sendiri. Biaya produksi juga lebih murah jika dibandingkan dengan cara tradisional yang melibatkan kawin silang, karena sekarang sudah bisa menggunakan Inseminasi Buatan (IB) dengan biaya antara Rp 200.000 sampai Rp 500.000. Penerapan metode ini diharapkan dapat meningkatkan populasi babi, menekan biaya produksi, serta mencegah penyebaran virus.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Peternakan NTT, Keuskupan Agung Kupang, GARAMIN NTT, Happy Farm – Kupang, SKALA, Kadin NTT, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Pusat dan NTT, serta banyak pihak lainnya.














