Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pada Jumat, (20/9/2024), Radio TIRILOLOK menggelar acara talkshow dengan topik “Upaya Pemerintah Kota Kupang Menekan Inflasi.” Narasumber yang dihadirkan adalah Ignasius R. Lega, Asisten Perekonomian & Pembangunan Setda Kota Kupang, dan Patrisius Tupen, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang. Acara talkshow berlangsung di studio Radio TIRILOLOK.
Dalam dialog interaktif, Ignasius R. Lega Ignasius R. Lega menjelaskan bahwa penanganan inflasi di Indonesia telah berlangsung lama, namun setelah pandemi COVID-19, Presiden Jokowi meminta penanganan yang lebih masif. Presiden Jokowi menginstruksikan keterlibatan Forkopimda dan pemangku kepentingan lainnya. Presiden Jokowi juga menetapkan langkah – langkah untuk pemerintah daerah, termasuk pembentukan tim pengendalian inflasi daerah.
Ignasius R. Lega menambahkan mengenai situasi kelangkaan minyak tanah yang saat ini viral. Pemerintah Kota Kupang, dalam menanggapi situasi tersebut, segera melakukan pengecekan ke pasar dan agen. Menurut informasi dari agen, pasokan minyak tanah tidak berkurang. Namun, keluhan masyarakat tetap muncul terkait kelangkaan tersebut.
Sebagai tindak lanjut, Penjabat Wali Kota Kupang memerintahkan dinas teknis untuk memanggil para pangkalan dan agen guna menyelidiki situasi ini. Meskipun pasokan aman, masih banyak antrian yang terjadi.
Pemerintah daerah juga telah bersurat ke Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) untuk meminta penambahan pasokan. Monitoring dari pangkalan ke pangkalan dilakukan untuk memastikan ketersediaan minyak tanah.
Pemerintah Kota Kupang mengimbau masyarakat dan seluruh stakeholder untuk berkolaborasi dalam mengendalikan inflasi, terutama menjelang Hari Raya Natal, dengan harapan harga tetap stabil. Upaya-upaya pengendalian inflasi yang terus dilakukan oleh pemerintah.
Sementara itu, Patrisius Tupen menjelaskan bahwa inflasi berkaitan dengan perubahan harga secara umum. Kepala BPS Kota Kupang menekankan untuk kenaikan harga suatu komoditas tidak selalu berarti inflasi, melainkan tergantung pada bobot komoditas tersebut dalam kebutuhan pokok sehari-hari. Semakin penting komoditas dalam pola konsumsi mereka, semakin besar pengaruhnya inflasi.
Patrisius Tupen menambahkan hasil perhitungan inflasi Kota Kupang mencapai sebanyak 2,15%, yang lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi nasional sebesar 2,12% dan inflasi NTT dengan jumlah 1,22%. Kepala BPS Kota Kupang menjelaskan perbandingan dilakukan antara harga Agustus 2024 dengan harga Agustus 2023, di mana keduanya menunjukkan deflasi.
Patrisius Tupen berharap data yang dihasilkan oleh BPS dapat berasal dari responden di pasar, baik pasar tradisional maupun modern. Beliau menekankan pentingnya menjaga independensi BPS dalam pengumpulan data, yang akan menjadi dasar bagi intervensi program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara objektif.
Beras masih menjadi komoditas utama pendorong inflasi tahunan di Kota Kupang, Maumere, Soe, dan Waingapu.














