Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang bekerja sama dengan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah (LPPD) 1 Provinsi NTT menyelenggarakan Pekan Seni Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat SD, SMP, dan SMA dengan tema “Bernyanyilah Karena Perbuatan-Nya Ajaib” berdasarkan Mazmur 105:1-2. Kegiatan berlangsung di UPTD Taman Budaya Provinsi NTT pada Rabu, (16/10/2024).
Peserta Pesparawi yang berjumlah 60 orang yang terdiri dari 13 paduan suara tingkat SD, 15 paduan suara tingkat SMP, 13 paduan suara tingkat SLTA, 6 paduan suara umum, 4 vokal grup SLTA, 4 vokal grup umum, dan 5 peserta dari pop gerejawi (band).
Kegiatan dibuka oleh Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI yang diwakili oleh Kasubdit Pemberdayaan Umat dan Pengembangan Budaya, Levina Pelenggina Nahumury. Dalam sambutannya, Levina menyampaikan bahwa Pesparawi bukan hanya sekadar kompetisi paduan suara, tetapi juga ruang persekutuan umat Kristiani untuk membangun kebersamaan, mempererat tali persaudaraan, dan mengembangkan talenta yang Tuhan anugerahkan.
Levina mengapresiasi semangat semua peserta yang telah berlatih tekun dan mempersiapkan diri, terutama dari berbagai satuan pendidikan. Kehadiran peserta di Pesparawi merupakan bukti kasih Tuhan yang memungkinkan mereka melangkah bersama dan membawa terang Kristus melalui nyanyian puji-pujian.
Levina berharap melalui Pesparawi ini, iman peserta semakin dikuatkan, kasih semakin bersatu, dan nilai-nilai kebersamaan dapat terus diperjuangkan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M. Th, yang mewakili Wakil Rektor I, Maryon Daniamaputra Pattinaja, menjelaskan bahwa Pesparawi memiliki makna ganda sebagai ruang pembinaan kerohanian melalui seni budaya yang berkarakter gerejawi dan meningkatkan mutu paduan suara, vokal grup, serta musik pop gereja.
Acara Pesparawi juga membangun rasa persaudaraan dan kebersamaan antar denominasi gereja di NTT, serta merupakan implementasi praktik moderasi beragama sesuai agenda nasional Kementerian Agama Republik Indonesia. Setiap kategori lomba mencerminkan ekspresi iman yang mendorong peserta untuk mencintai Tuhan.
Dalam wawancara dengan tim Radio TIRILOLOK, Ketua Panitia Pesparawi, Yos Lopis, mengungkapkan bahwa pembinaan tidak hanya dilakukan di gereja atau sekolah, tetapi melalui event ini peserta dapat berlatih dengan baik.
Yos Lopis berharap lembaga Pesparawi Nusantara Timur mendapatkan dukungan dari Pemda NTT, karena pembinaan ini sangat penting untuk mempersiapkan umat mengikuti Pesparawi nasional. Tahun depan, Pesparawi nasional akan diadakan Papua Barat, Manokwari, dan diharapkan anak-anak SD yang terpilih dapat berpartisipasi, termasuk remaja dan kelompok pemuda.
Kegiatan perlombaan Pesparawi berlangsung selama dua hari.














