ASN NTT Didorong Berperan dalam Pembangunan Ekonomi Daerah

Ayo Bangun NTT.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengadakan Temu Aparatur Sipil Negara (ASN) Wirausahawan dan Calon Wirausahawan dengan tema “Mari Bersinergi dan Kolaborasi, Ayo Bangun NTT” yang dilaksanakan pada Rabu, (9/4/2025), di Aula El Tari Kupang.

Acara ini dihadiri oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang didampingi oleh Kepala BKD NTT, Yosef Rasi, sebagai moderator.

Gubernur NTT membuka kegiatan Temu ASN Wirausahawan dan Calon Wirausahawan secara resmi, diikuti dengan acara talkshow yang membahas perkembangan ekonomi NTT.

Dalam dialog interaktif, Gubernur Melkiades Laka Lena menyampaikan pentingnya membuka potensi daerah dan melibatkan masyarakat dalam pembangunan NTT ke depan.

Gubernur NTT juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat akan dibuat kluster-kluster yang memudahkan ASN untuk memilih peran mereka dalam pembangunan, dengan dukungan dari pengusaha yang akan membantu membimbing setiap kluster.

Melki Laka Lena mendengar dengan jelas komitmen dan dorongan kuat dari ASN untuk terlibat dalam membangun NTT. ASN diminta untuk menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh, selaras dengan pengusaha yang akan mengembangkan potensi daerah sesuai anggaran yang tersedia.

Gubernur NTT juga menjanjikan dukungan penuh terhadap niat baik ASN, serta pengembangan ekosistem yang dibutuhkan agar ASN dapat berperan sebagai pengusaha yang sukses.

Salah satu ASN dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTT, Sony menyatakan, menumbuhkan nilai-nilai kewirausahaan, terutama di kalangan ASN, sangat relevan dengan perkembangan zaman.

Arahan dari Gubernur NTT yang juga merujuk pada kebijakan Presiden RI untuk mandiri secara ekonomi, sangat terkait dengan situasi global, Indonesia, dan NTT.

Sony juga menilai, antusiasme ASN terhadap acara wirausaha sangat positif, terlihat dari banyaknya ASN yang mengikuti edukasi bisnis.

Di NTT, peluang usaha tersedia di sektor pertanian, pariwisata, industri pengolahan hasil pertanian, dan UMKM.