“Ayo Bangun NTT”, Ajakan Kolaborasi Digaungkan Lewat Buku Refleksi

Budaya Menulis Didorong, Pemprov NTT Luncurkan Buku Refleksi.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Peluncuran buku “Asa dan Rasa: Refleksi Setahun Ayo Bangun NTT” menjadi momentum penting dalam mendorong pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ke arah yang lebih baik. Kegiatan ini berlangsung di Aula El Tari, Kantor Gubernur NTT, Kamis (9/4/2026).

Acara tersebut dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur Johni Asadoma, Ketua DPRD NTT Emelia Julia Nomleni, pimpinan OPD, perwakilan perbankan dan BUMD, akademisi, tokoh masyarakat, organisasi mahasiswa, serta insan pers.

Buku setebal 255 halaman ini diterbitkan melalui kerja sama Pemerintah Provinsi NTT dengan Penerbit PT Kanisius, dan ditulis oleh sejumlah penulis, dengan editor Rudi Rohi.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa buku tersebut merupakan refleksi atas kerja kolektif seluruh elemen masyarakat, bukan semata hasil kerja pemerintah.

“Kami hanya menjalankan apa yang kami tangkap sebagai aspirasi masyarakat. Ini adalah kegelisahan bersama yang kemudian kami terjemahkan dalam program pembangunan,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk meninggalkan budaya mengeluh dan beralih pada kerja nyata.

“Saat ini kita tidak punya waktu untuk mengeluh. Mengeluh hanya untuk mereka yang tidak siap. Sekarang waktunya bekerja dan berkolaborasi,” tegasnya.

Menurut Melki Laka Lena, pembangunan NTT membutuhkan kontribusi semua pihak, sesuai kapasitas masing-masing.

“Kalau kita ibaratkan membangun rumah, siapa yang bisa bantu kaca, bantu kaca. Yang bisa bantu semen, bantu semen. Kita bangun NTT ini bersama-sama,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya literasi melalui tradisi menulis dan membaca, yang menjadi salah satu latar belakang diterbitkannya buku tersebut.

“Menulis, membaca, dan menerima kritik harus menjadi kebiasaan kita. Dari situlah lahir gagasan-gagasan untuk kemajuan daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Melki Laka Lena menyebut capaian pembangunan di NTT menunjukkan tren positif, termasuk penurunan angka kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi.

“Kalau kita kerja bersama, hasilnya terlihat. Angka kemiskinan bisa turun, pertumbuhan ekonomi juga meningkat. Ini bukti bahwa kolaborasi itu penting,” ungkapnya.

Melki Laka Lena juga membuka ruang aspirasi masyarakat dan dialog sebagai bagian dari perbaikan kebijakan.

“Kami membuka ruang kritik. Gagasan harus diuji, harus diperdebatkan. Tapi kalau sudah menjadi kebijakan, kita harus solid menjalankannya,” tandasnya.

Peluncuran buku ini diharapkan menjadi penguat semangat gerakan “Ayo Bangun NTT” serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah.