Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar dialog terbuka bertajuk “Perekonomian NTT Terkini dan Respon Kebijakan” di Hotel Sotis Kupang, pada Rabu (28/05/2025). Acara ini dihadiri oleh perwakilan Bank Indonesia dan sejumlah media.
Ekonom Bank Indonesia NTT, Teguh Ersada Natail Sitepu memaparkan bahwa perekonomian NTT pada triwulan I (TW I) 2025 tumbuh menjadi 4,55%, meningkat dibandingkan 3,03% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan arah pemulihan ekonomi yang positif bagi NTT.
Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ini terutama didorong oleh sektor pertanian yang tumbuh 4,28% dan sektor perdagangan yang meningkat hingga 11,91%. Selain itu, sektor administrasi pemerintahan mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 9,72%. Namun, beberapa sektor mengalami perlambatan, antara lain konstruksi yang turun 5,67% serta sektor transportasi dan pergudangan yang turun 4,03%.
Lebih lanjut, Teguh menjabarkan sejumlah faktor yang mendukung pertumbuhan ekonomi di NTT, seperti meningkatnya produksi pertanian dan perikanan, berkurangnya impor, naiknya tunjangan ASN serta pembayaran THR, dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di sisi lain, hambatan yang dihadapi meliputi efektivitas belanja modal dan barang/jasa yang belum optimal, serta penyesuaian frekuensi kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
Dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, Bank Indonesia mencanangkan beberapa program strategis. Di sisi hulu, BI mendorong penerapan Good Agricultural Practices (GAP) untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis, serta penguatan ketahanan pangan melalui piloting integrated farm untuk komoditas defisit. Di sisi hilir, BI memfasilitasi pembentukan toko pangan, mempertemukan petani dengan korporasi melalui business matching, hingga mendorong korporasi lokal untuk menembus pasar internasional.
Selain itu, Teguh menyebut bahwa BI bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dan Kadin NTT untuk menekan angka pengangguran dengan fokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan produktif. Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah melalui program NTT Young Entrepreneur School yang bertujuan membina generasi muda menjadi wirausahawan kreatif dan inovatif.
BI juga terus melakukan pendampingan dan pembinaan bagi UMKM, baik dalam penguatan kelembagaan maupun peningkatan literasi keuangan, serta menghubungkan rantai pasok (supply chain) UMKM dengan korporasi besar.
Sebagai salah satu bentuk penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, Bank Indonesia akan menggelar Kupang Exotic Festival pada Juni mendatang. Acara ini diharapkan dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi NTT ke tingkat nasional maupun internasional.














