Bulan Kitab Suci 2024, Uskup Agung Ende Ajak Tingkatkan Keadilan

Uskup Agung Ende berpesan pada September diperingati sebagai Bulan Kitab Suci Nasional.

Kota Ende, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pada Sabtu, (31/8/2024), Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, mengungkapkan pesannya mengenai Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2024 melalui Channel YouTube Komsos Keuskupan Agung Ende (KAE). Setiap tahun, bulan September diperingati sebagai Bulan Kitab Suci Nasional bagi umat Katolik di Indonesia.

Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD menjelaskan bahwa bulan September merupakan waktu untuk merayakan Kitab Suci bersama seluruh umat Katolik Indonesia. Beliau menekankan yakni merayakan Bulan Kitab Suci Nasional adalah sebuah kehormatan karena Kitab Suci mengungkapkan siapa Tuhan dan apa yang diinginkannya dari umat Katolik. Kitab Suci menginspirasi mereka untuk hidup lebih manusiawi, dijiwai oleh kasih persaudaraan, dan diarahkan oleh semangat keadilan. Tema tahun ini adalah “Allah Sebagai Sumber Keadilan,” yang sangat relevan mengingat situasi dunia saat ini, yang dipenuhi konflik, pengungsian, ketidakamanan, serta kerusakan lingkungan yang menyebabkan perubahan iklim.

Mgr. Paulus Budi Kleden mengajak umat untuk memanfaatkan Bulan Kitab Suci Nasional sebagai kesempatan istimewa untuk memperbaiki hidup dan meningkatkan keadilan. Uskup Agung Ende mendorong keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan selama bulan September, termasuk di KUB-KUB, untuk menunjukkan penghargaan terhadap Kitab Suci. Beliau juga berharap agar umat dapat membaca Kitab Suci bersama-sama dan mengintegrasikannya dalam perayaan Ekaristi, serta melakukan perarakan Kitab Suci untuk menegaskan keistimewaan bulan September.

Keistimewaan Bulan Kitab Suci tahun ini juga meliputi kunjungan Paus Fransiskus yang akan datang ke Indonesia dari 3 hingga 6 September. Paus Fransiskus selalu menekankan pentingnya mendalami Kitab Suci sebagai sumber inspirasi untuk berlaku adil terhadap sesama dan lingkungan hidup. Kunjungan Paus Fransiskus diharapkan membawa berkat bagi umat gereja dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Sebagai informasi tambahan, pada Sidang Majelis Agung Waligereja Indonesia (MAWI) 1977, para uskup menetapkan Hari Minggu Pertama bulan September sebagai Hari Minggu Kitab Suci Nasional.