Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Timur akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari mandat statistik nasional untuk menghimpun data ekonomi secara menyeluruh.
Sensus Ekonomi 2026 bertujuan menyediakan data dasar seluruh kegiatan usaha non-pertanian sebagai fondasi perumusan kebijakan pembangunan nasional.
Pemerintah pusat melalui BPS telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,3 triliun untuk mendukung pelaksanaan sensus tersebut secara nasional.
Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale, menyampaikan bahwa SE2026 akan menjadi landasan penting dalam menghadirkan data ekonomi yang komprehensif dan relevan di tengah tantangan transformasi ekonomi nasional.
“Seluruh usaha ekonomi akan menjadi cakupan dalam Sensus Ekonomi 2026. Kami mengharapkan dukungan dari seluruh stakeholder agar pelaksanaannya berjalan sukses,” ujar Matamira dalam konferensi pers di ruang kerjanya, Senin (2/3/2026).
Ia menegaskan, komitmen bersama dari pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat dibutuhkan demi menyukseskan pendataan yang akan berlangsung selama tiga bulan tersebut.
BPS juga mengimbau masyarakat untuk mengakses informasi resmi melalui laman Sensus Ekonomi 2026 atau memindai barcode yang tersedia pada materi publikasi.
SE2026 diharapkan menjadi fondasi kuat bagi penyusunan kebijakan berbasis data sekaligus memperkuat arah transformasi ekonomi Indonesia ke depan.














