Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK kerja sama dengan Bank NTT menggelar talkshow bertema “Membangun Kemandirian UMKM Bersama Bank NTT” dengan menghadirkan Diana Swita Dewi, pelaku usaha Antique Kitchen yang merupakan UMKM binaan Bank NTT. Kegiatan tersebut berlangsung di Studio Radio TIRILOLOK, Jumat (16/10/2026).
Dalam dialog interaktif tersebut, Diana membagikan pengalamannya selama kurang lebih tiga tahun menjadi bagian dari UMKM binaan Bank NTT, termasuk proses bergabung, bentuk pendampingan yang diterima, serta upayanya mengembangkan produk berbasis pangan lokal Nusa Tenggara Timur (NTT).
Diana menjelaskan bahwa proses awal untuk bergabung sebagai UMKM binaan Bank NTT dimulai dengan mengirimkan sampel produk kepada pihak bank. Setelah mendapatkan persetujuan, pihaknya kemudian dibantu dalam proses pembukaan rekening Bank NTT hingga akhirnya bergabung dalam program pembinaan tersebut.
Pengalaman itu menunjukkan bahwa keberadaan usaha dan produk menjadi bagian penting dalam proses awal pengajuan untuk bergabung sebagai UMKM binaan.
Menurut Diana, pembinaan yang diterimanya tidak hanya berkaitan dengan aspek keuangan. Selama menjadi UMKM binaan, Antique Kitchen juga memperoleh kesempatan mengikuti berbagai kegiatan bimbingan teknis (bimtek), antara lain pelatihan pemasaran digital, literasi keuangan, dan pengurusan perizinan usaha.
Ia menilai berbagai pelatihan tersebut penting untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, terutama dalam mengembangkan pemasaran, mengelola keuangan, serta memenuhi persyaratan legalitas usaha.
Selain pendampingan usaha, Antique Kitchen juga mengembangkan produk yang memanfaatkan potensi pangan lokal NTT.
Diana menjelaskan bahwa wilayah ini memiliki beragam bahan pangan yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah, seperti kenari, gula semut, kelor, jagung titi, emping, dan pisang.
Menurut Diana, potensi bahan pangan lokal tersebut perlu dikembangkan agar tidak hanya dipasarkan dalam bentuk olahan sederhana, tetapi juga dapat dihadirkan dalam variasi produk yang lebih inovatif dan menjangkau konsumen yang lebih luas.
Salah satu contohnya adalah jagung titi, pangan lokal yang secara tradisional dinikmati bersama kenari dan kopi. Antique Kitchen berupaya mengembangkan bahan pangan tersebut menjadi produk dengan pendekatan pengolahan yang lebih modern sehingga dapat dikenal oleh konsumen di luar NTT.
“Kami ingin mengembangkan bahan lokal ini menjadi produk yang bisa diterima di skala nasional,” ungkap Diana dalam dialog tersebut.
Ia berharap inovasi pangan lokal dapat memperluas pengenalan produk khas NTT di pasar nasional. Dengan demikian, kekayaan pangan daerah tidak hanya dikenal di lingkungan asalnya, tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang sebagai produk unggulan yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Melalui talkshow “Membangun Kemandirian UMKM Bersama Bank NTT”, Radio TIRILOLOK dan Bank NTT menghadirkan ruang berbagi pengalaman mengenai pengembangan usaha, pendampingan UMKM, serta pemanfaatan potensi ekonomi lokal.
Pengalaman Antique Kitchen menjadi gambaran mengenai upaya pelaku UMKM dalam mengembangkan produk berbasis bahan pangan lokal melalui inovasi, peningkatan kapasitas usaha, dan pendampingan yang berkelanjutan.














