Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Program Studi (Prodi) Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan keanekaragaman hayati di NTT. Hal itu ditandai dengan penyelenggaraan Kuliah Umum Biodiversitas Seri 8 bertema “Perubahan Iklim terhadap Keanekaragaman Hayati”
Berlangsung di Auditorium St. Paulus Gedung Rektorat Kampus Penfui, kuliah umum tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Norman P. L. B. Riwu Kaho, S.P., M.Sc yang merupakan Dosen Prodi Kehutanan Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang dan Dr. Yustinus Pedo, S.H., M.Hum, Dosen Prodi Ilmu Hukum UNWIRA.
Dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan secara resmi, Dekan FST UNWIRA, Br. Angelinus Nadut, SVD, S.Si., M.Si menyoroti isu perubahan iklim yang tidak lagi sekadar konsep dalam buku atau laporan ilmiah, namun telah menjadi realitas yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks di wilayah NTT.
Br. Angel menegaskan, NTT dikenal sebagai wilayah yang memiliki keanekaragaman hayati yang unik, bentang alam savana yang luas dengan aneka jenis tumbuhan khas dan kekayaaan ekosistem laut yang melimpah. Baginya, kekayaan tersebut bukan hanya penting secara ekologis, tetapi juga menjadi penopang kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Lebih lanjut, Br. Angel menyebut bahwa di tengah kekayaan alam tersebut, masyarakat menghadapi tantangan nyata berupa perubahan iklim global. Ia mencontohkan fenomena El Nino yang kini menyebabkan kemarau berkepanjangan dan La Nina yang menyebabkan curah hujan meningkat secara signifikan. Ia juga menyoroti bagaimana perubahan iklim tersebut berdampak pada ekosistem dan keanekaragaman hayati, vegetasi, sabana, hutan tropis dan satwa liar.
Dalam konteks Indonesia, Br, Angel menyoroti komitmen untuk menjaga lingkungan yang termaktub dalam UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Ditambahkannya bahwa sejalan dengan itu, Paus Fransiskus dalam Ensiklik Laudato Si, mengingatkan manusia akan keterhubungan manusia dan alam sebagai bagian dari satu sistem kehidupan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Oleh karena itu, Br. Angel menekankan panggilan untuk menjaga keanekagaramn hati dan merespons perubahan iklim sebagai tugas dan tanggung jawab moral untuk merawat bumi sebagai rumah bersama.
Menutup sambutannya, ia berharap agar melalui kuliah umum itu, para peserta dapat memperoleh pengetahuan baru dan terdorong untuk menjadi generasi perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi keberlangsungan lingkungan dan kehidupan masyarakat di NTT.
Adapun kuliah umum tersebut dihadiri oleh Civitas Akademika FST UNWIRA dan sejumlah mahasiswa dari beberapa kampus lainnya, antara lain Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW), Universitas














