Dukung Keberlanjutan Lingkungan, Prodi Arsitektur UNWIRA Gelar Seminar Nasional

Program Studi (Prodi) Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang menyelenggarakan seminar nasional VISTA VII  bertajuk “Arsitektur Ramah Lingkungan”, pada Sabtu (13/06).

Seminar Nasional VISTA VII yang diselenggarakan oleh Prodi Arsitektur Fakultas Teknik UNWIRA Kupang

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL –Isu lingkungan menjadi topik strategis yang dewasa ini terus dibicarakan oleh berbagai pihak, tak terkecuali dalam bidang arsitektur. Sebagai sektor yang berkaitan erat dengan pembangunan fisik, arsitektur memiliki peran dan tanggung jawab dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Menanggapi hal tersebut, Program Studi (Prodi) Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang menyelenggarakan seminar nasional VISTA VII  bertajuk “Arsitektur Ramah Lingkungan”, pada Sabtu (13/06).

Berlangsung di Aula St. Paulus Gedung Rektorat Kampus Penfui, pagelaran seminar tahunan itu menghadirkan sejumlah narasumber, yakni akademisi Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Prof. Ir. Prasasto Satwiko, MBSc., Ph.D; Founder Akanoma Studio, Yu Sing; dan akademisi UNWIRA, Apridus Lapenangga, ST., MT.

Dalam laporannya, Ketua Panitia, Ir. Rikardus Daton, MT menyebut bahwa VISTA (Vernacular Innovation Sustainable Transformation Architecture) merupakan sebuah agenda ilmiah yang secara konsisten menjadi wadah pertukaran gagasan, pengalaman, dan hasil penelitian di bidang arsitektur. Secara khusus, ia menyoroti tema yang diangkat dalam seminar itu, sebagai respon terhadap berbagai tantangan global, terutama perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan kebutuhan akan pembangunan berkelanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap dapat memperkuat peran arsitektur dalam menciptakan lingkungan binaan yang lebih sehat, hemat energi, adaptif terhadap kondisi lokal, serta tetap menghargai nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Untuk itu, ia mendukung kerja sama antara akademisi, praktisi, pemerintah dan masyarakat untuk menghasilkan rekomendasi pemikiran yang dapat berkontribusi bagi pembangunan lingkungan binaan yang berkelanjutan, khususnya di wilayah NTT dan kawasan Indonesia Timur.

Sementara itu, Ketua Prodi Arsitektur UNWIRA, Benediktus Boli, ST., MT mengapresiasi keterlibatan multi sektor dalam pelaksanaan seminar VISTA yang telah memasuki tahun ketujuh penyelenggaraannya itu. Ia menegaskan bahwa aristektur sejatinya tidak hanya tentang pembangunan fisik. Baginya, forum tersebut dapat membuka wawasan dalam berpikir kritis untuk menciptakan desain dalam konsep lokalitas yang lebih ramah lingkungan. Ia mengharapkan agar VISTA VII menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam mendukung karya arsitektur di tengah masyarakat.

Rektor UNWIRA, P. Dr. Stefanus Lio, SVD, S.Fil., MA dalam sambutannya menilai seminar nasional VISTA VII merupakan wadah penting untuk mempertemukan para akademisi, praktisi, peneliti, ilmuwan, mahasiswa, dan para pemangku kepentingan dalam membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan pembangunan dan masa depan lingkungan.

Ia menekankan komitmen UNWIRA dalam meningkatkan konsistensi seluruh Civitas Akademikanya untuk merawat perilaku ramah lingkungan. Baginya, arsitektur tidak lagi sekadar berbicara tentang estetika dan fungsi bangunan, melainkan tentang tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, dan keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.

P. Stef melihat arsitektur sebagai sebuah disiplin ilmu, yang memiliki peran strategis dalam menciptakan ruang hidup yang aman, sehat, hemat energi dan selaras dengan alam. Oleh karena itu, konsep arsitektur ramah lingkungan harus menjadi bagian integral dari pendidikan, penelitian, dan praktik profesional. Inovasi dalam penggunaan material lokal, penerapan teknologi hijau, efisiensi energi, pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana serta penghargaan terhadap kearifan lokal merupakan langkah-langkah nyata menuju pembangunan yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa dalam konteks NTT, isu arsitektur ramah lingkungan memiliki makna yang sangat penting. Kekayaan budaya, kondisi geografis dan karakteristik iklim yang unik memberikan peluang besar bagi para arsitek untuk mengembangkan desain yang tidak hanya modern dan fungsional, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Sebagai institusi pendidikan tinggi yang menerapkan nilai-nilai kristiani, P. Stef percaya bahwa UNWIRA dapat terus menghasilkan gagasan yang akan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa, dengan menciptakan masa depan yang hijau, berkelanjutan, dan manusiawi. Menutup sambutannya, Rektor UNWIRA periode 2025/2029 itu kembali meneguhkan posisi UNWIRA dalam menjaga dan merawat lingkungan sebagai bentuk penghargaan akan karya ciptaan Allah.

Adapun Prodi Arsitektur merupakan satu dari dua Prodi tertua di Fakultas Teknik UNWIRA yang berdiri sejak 1982, sebelum disusul oleh pendirian Prodi Teknik Informatika pada 2001 silam.