Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang menyelenggarakan kuliah umum bertema “Inovasi Green Chemistry dalam Pengelolaan Biodiversitas dan Peningkatan Ketahanan Pangan Lokal di NTT” pada Senin (10/11).
Bertempat di Aula St. Paulus Rektorat Kampus Penfui, kuliah umum tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian agenda menyongsong Dies Natalis FST UNWIRA ke-30.
Hadir sebagai narasumber, Akademisi Departemen Kimia FMIPA UGM, Prof. Dr. rer. nat. Karna Wijaya, M.Eng; Akademisi Program Studi Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang, Dr. Putu A. Sanjiwani, S. Gz., M.Gizi; dan Akademisi Program Studi Biologi FST UNWIRA, Gaudensius Urenius Uhe Boli Duhan, S.Si., M.Sc.
Dekan FST UNWIRA, Br. Angelinus Nadut, SVD., S.Si., M.Si dalam sambutannya, menyebut bahwa NTT merupakan wilayah yang kaya akan sumber saya alam dan pangan lokal yang selama ini masih cenderung diabaikan. Namun dewasa ini, telah banyak penemuan dengan sumber gizi yang sangat bermanfaat untuk kehidupan, terutama terkait kerawanan pangan, stunting, dan gizi di kalangan anak-anak. Hal tersebut mendorong civitas akademika FST UNWIRA untuk terus mempelajari dan membuat penelitian, riset dan inovasi terkait ketahanan pangan lokal.
Sementara itu, Rektor UNWIRA, P. Dr. Stefanus Lio, SVD., S.Fil., MA mengapresiasi FST UNWIRA yang telah melaksanakan kuliah umum dengan tema yang sangat penting dan strategis, mengingat NTT dikenal sebagai wilayah yang kaya akan keberagaman hayati, namun juga menghadapi tantangan besar dalam hal ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan. Untuk itulah, peran green chemistry menjadi amat signifikan, bukan hanya tentang proses kimia yang efisien, tetapi juga penerapan etika sains yang berwawasan ekologi dan humanis.
Lebih lanjut, P. Stef menegaskan, UNWIRA sebagai perguruan tinggi katolik terpanggil untuk mengintegrasikan ilmu dan nilai-nilai kemanusiaan, serta menumbuhkan generasi ilmuwan dan profesional muda, yang tidak hanya hanya cerdas secara akademik, tetapi memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi.
Ia berharap agar ke depan, melalui kegiatan serupa, akan lahir berbagai inovasi ramah lingkungan yang dapat membantu masyarakat lokal dalam pengelolaan sumber daya alam dan pengembangan teknologi tepat guna. Kepada para peserta, ia berpesan untuk dapat menggunakan iman, ilmu, dan kasih sebagai landasan dalam segala karya kehidupan.
Adapun kuliah umum tersebut diikuti juga oleh peserta dari sejumlah kampus lain, di antaranya UNESA Surabaya, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Universitas PGRI Ronggolawe Tuban, Universitas Muhammadiyah Surabaya, dan UCT Timor Leste.














