Exotic Tenun Fest (ETF) 2025 yang digelar oleh Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi ajang penting bagi pelaku UMKM untuk menampilkan inovasi terbaru dalam pengolahan tenun lokal. Kegiatan ini berlangsung di Lippo Plaza Kota Kupang, 10 hingga 13 September 2025.
Salah satu pelaku UMKM yang turut ambil bagian, Ica, menyampaikan bahwa permintaan terhadap tenun modifikasi meningkat tajam dalam tiga tahun terakhir.
“Sejak tahun 2023, tren tenun modifikasi mengalami peningkatan permintaan yang sangat signifikan,” ujarnya dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, Kamis 11 September 2025.
“Yang paling diminati itu produk seperti jaket, tas, dan dompet dari bahan tenun yang dimodifikasi,” tambahnya.
Ica menjelaskan bahwa tenun kini tidak hanya dipandang sebagai kain tradisional, melainkan sudah menjadi bagian dari fashion modern yang diminati berbagai kalangan.
“Transformasi tenun jadi produk fashion seperti ini bikin pasarnya lebih luas dan nilai jualnya juga naik,” katanya.
“Bukan cuma diminati masyarakat lokal, tapi sudah mulai dikenal juga di luar NTT,” ungkapnya.
Dari segi harga, Ica menyebutkan bahwa produk tenun modifikasi dijual mulai dari Rp400 ribu hingga Rp1,5 juta per item, tergantung pada tingkat kerumitan dan bahan yang digunakan.
Ia pun berharap agar kegiatan seperti ETF terus diselenggarakan dan didukung, khususnya untuk mendorong partisipasi generasi muda dalam pelestarian budaya lokal.
“Harapan saya, anak-anak muda bisa lebih tertarik untuk ikut terlibat, supaya tenun kita tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tapi juga bisa bersaing secara luas,” ujar Ica.
ETF 2025 menampilkan puluhan UMKM dari berbagai kabupaten di NTT yang menghadirkan produk tenun inovatif, kuliner khas, dan kriya lokal dalam satu panggung ekonomi kreatif.














