Gubernur NTT Gaungkan One Village One Product Lewat Kupang Exotic

Kupang Exotic dilaksanakan selama 3 hari.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt., bersama Wakil Gubernur NTT, Drs. Johni Asadoma, M.Hum., didampingi oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Agus Sistyo Widjajati serta Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Noldy Hosea Pellokila, S.Sos., M.M., menggelar konferensi pers pada Rabu, (25/6/2025), bertempat di Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT.

Konferensi yang membahas persiapan acara Kupang Exotic, yang akan dilaksanakan pada tanggal (26-28/6/2025).

Acara Kupang Exotic merupakan hasil kolaborasi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Pemerintah Provinsi NTT, dan Polda NTT. Rangkaian kegiatan Kupang Exotic akan mencakup Parade Budaya, Peragaan Busana, Bazar UMKM, serta edukasi pemanfaatan QRIS.

Pada (28/6/2025), yang digelar Kupang Exotic Run dengan dua kategori lomba lari, yakni 5 kilometer dan 10 kilometer, berlokasi di sekitar Kantor Gubernur NTT. Penutupan acara akan berlangsung pada malam hari melalui Kupang Exotic Night di Lapangan Polda NTT, pukul 18.00–22.00 WITA, yang diramaikan oleh Konser Pesta Rakyat dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79.

Dalam keterangan pers, Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam mendorong potensi lokal berbasis konsep One Village One Product.

Sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan Polda NTT dinilai sangat penting dalam mendukung upaya pengembangan pariwisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Agus Sistyo Widjajati menjelaskan, kegiatan Kupang Exotic mencerminkan optimisme bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Kolaborasi antar lembaga menjadi bukti keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai secara sepihak, melainkan melalui komitmen bersama yang kuat.

Menurut data Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi NTT, pada tahun 2023 tercatat sebanyak 98.270 unit UMKM, mencerminkan potensi besar dalam pengembangan ekonomi lokal.