Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Selama tujuh hari, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
Kunjungan ini memenuhi undangan resmi Pemerintah Tiongkok yang disampaikan melalui Kedutaan Besar dan Konsulat Jenderal Tiongkok di Denpasar. Seluruh biaya perjalanan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Tiongkok.
Kunjungan tersebut membuka peluang kerja sama antara Tiongkok dan NTT di bidang pendidikan, pelatihan kejuruan, teknologi, kebudayaan, pertanian, pariwisata, serta promosi investasi.
Selama berada di Tiongkok, delegasi NTT menghadiri Konferensi Bahasa Mandarin Sedunia 2025 dan mengikuti berbagai pertemuan, termasuk dengan pengusaha Tiongkok yang difasilitasi Duta Besar RI untuk RRT di Beijing.
Dalam wawancara bersama wartawan, pada Senin 24 November 2025, di Kantor DPRD NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menjelaskan berbagai capaian dan peluang yang diperoleh selama kunjungan itu.
“Saya kira ada lebih dari seratus negara yang hadir, dan saya ditempatkan di barisan depan bersama para menteri dari berbagai negara,” ujarnya.
“Dari Indonesia, saya hadir mewakili pemerintah sekaligus membawa nama NTT,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Tiongkok menunjukkan minat besar agar bahasa Mandarin semakin menjadi bahasa internasional.
“Setelah pertemuan itu, saya bertemu Wakil Menteri Pendidikan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan pimpinan lembaga internasional Bahasa Mandarin. Mereka mendorong agar NTT menjadi pusat pengembangan bahasa Mandarin internasional di kawasan Indonesia Timur,” ujarnya.
Gubernur NTT juga mengungkapkan adanya minat investasi dari para pengusaha Tiongkok.
“Dubes RI di Beijing mengundang sekitar 20 pengusaha dari sektor energi, garam, peternakan, dan kelautan.
Setelah saya presentasikan potensi NTT, beberapa langsung mengajak pembicaraan lanjutan. Mereka berencana berkunjung ke NTT pada Desember bersama Pak Dubes,” jelasnya.
Delegasi NTT juga berkunjung ke Provinsi Jiangxi yang berpenduduk 45 juta jiwa.
“Dari pertemuan dengan Gubernur Jiangxi, kami mendiskusikan pertukaran produk dan rencana pembentukan tim kecil untuk membahas kerja sama lebih lanjut,” katanya.
Di bidang pendidikan, Emanuel Melkiades Laka Lena menyebut adanya peluang beasiswa.
“University di Jiangxi menawarkan beasiswa penuh untuk mahasiswa NTT, termasuk fasilitas studi dan asrama. Kita hanya menyiapkan kebutuhan bulanan sekitar 43 juta rupiah per tahun ajaran,” ujarnya.
Ia juga meninjau pabrik garam terbesar di bagian selatan Tiongkok.
“Mereka sangat tertarik dengan potensi garam NTT dan akan mengirim tim untuk melihat langsung peluang kerja sama. Selain garam, mereka juga ingin mengeksplorasi sektor kelautan dan perikanan,” ungkapnya.
Delegasi juga mempelajari model pengembangan desa yang sukses mengubah desa miskin menjadi desa maju serta mengunjungi desa wisata di kawasan tersebut.
“Kami belajar banyak hal dan laporan resminya sudah saya kirim. Selanjutnya OPD terkait akan menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama ini,” pungkasnya.














