Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Ketua Pengurus KSP Kopdit Solidaritas Santa Maria Assumpta Kupang, Herman Seran, ST., M.Sc., mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menentukan pilihan bisnis dengan mempertimbangkan sumber daya, potensi keuntungan, minat, serta kondisi lingkungan usaha.
Hal tersebut disampaikan Herman dalam talkshow TIRILOLOK Solidarity Hour yang digelar Radio TIRILOLOK bekerja sama dengan KSP Kopdit Solidaritas Santa Maria Assumpta Kupang di Studio Radio TIRILOLOK, Jumat (25/9/2026). Talkshow tersebut mengangkat tema “Bijak Memilih Bisnis”.
Herman Seran menjelaskan, prinsip bijak dalam memilih bisnis berangkat dari kesadaran bahwa sumber daya yang dimiliki setiap orang terbatas. Karena itu, pelaku usaha perlu menentukan prioritas dan mengalokasikan sumber daya pada bidang yang memiliki potensi memberikan hasil atau nilai tambah lebih besar.
“Ketika sumber daya kita terbatas, kita harus menentukan pilihan. Tidak semua peluang dapat dijalankan secara bersamaan, sehingga kita perlu memilih bidang yang paling sesuai dan memberikan nilai tambah,” ujarnya.
Menurut Herman Seran, pilihan bisnis tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya potensi keuntungan. Minat, cara pandang, posisi usaha, serta kondisi lokasi juga perlu menjadi pertimbangan sebelum seseorang menentukan bidang usaha yang akan dijalankan.
Keterbatasan sumber daya, lanjutnya, menuntut keberanian untuk menentukan prioritas. Pelaku usaha perlu mengesampingkan pilihan tertentu agar dapat memusatkan waktu, tenaga, modal, dan sumber daya lainnya pada peluang yang dinilai lebih bernilai.
Herman Seran juga mengutip gagasan motivator John C. Maxwell mengenai pentingnya berani mengatakan tidak terhadap hal-hal kecil agar dapat memberikan perhatian pada hal-hal yang lebih besar. Prinsip tersebut, menurutnya, relevan dalam pengambilan keputusan bisnis karena setiap pilihan memiliki konsekuensi terhadap penggunaan sumber daya.
“Dalam bisnis, kita harus berani mengatakan tidak terhadap beberapa pilihan supaya bisa fokus pada sesuatu yang lebih besar. Waktu, tenaga, modal, dan sumber daya kita terbatas,” katanya.
Dalam menentukan usaha, Herman menekankan pentingnya memilih bidang yang tidak hanya berpotensi menghasilkan keuntungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah. Pertimbangan tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan penggunaan sumber daya secara efektif.
Ia juga mengingatkan bahwa keputusan bisnis tidak cukup hanya mengandalkan pertimbangan ekonomi. Rasa, karsa, hati, dan pikiran perlu digunakan secara seimbang agar pilihan usaha sesuai dengan minat, kemampuan, dan kondisi masing-masing.
Melalui talkshow TIRILOLOK Solidarity Hour, pembahasan tema “Bijak Memilih Bisnis” diharapkan dapat memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai pentingnya menetapkan prioritas, mengenali potensi usaha, serta mengelola sumber daya secara tepat sebelum mengambil keputusan dalam berbisnis.














