Kaum Muda Serukan Harapan untuk Perayaan HUT ke – 59 Keuskupan Agung Kupang

Dengan motto episkopal Pasce Oves Meas yang berarti “Gembalakanlah Domba-DombaKu”, Mgr. Hironimus meneruskan jejak kedua pendahulunya, yakni mendiang Mgr. Petrus Turang dan mendiang Mgr. Gregorius Manteiro, SVD.

Logo episkopal Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Peringatan Hari Ulang Tahun Keuskupan Agung Kupang yang ke – 59 pada Senin (13/04) disambut dengan sukacita, doa, dan harapan dari berbagai pihak. Keuskupan yang berdiri sejak tahun 1967 itu, hingga kini terus berkembang pesat di wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Alor.

Saat ini, Keuskupan Agung Kupang dipimpin oleh Mgr. Hironimus Pakaenoni yang terpilih sejak 9 Maret 2024. Dengan motto episkopal Pasce Oves Meas yang berarti “Gembalakanlah Domba-DombaKu”, Mgr. Hironimus meneruskan jejak kedua pendahulunya, yakni mendiang Mgr. Petrus Turang dan mendiang Mgr. Gregorius Manteiro, SVD.

Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, sejumlah orang muda dari beragam latar belakang menyampaikan harapannya akan eksistensi Keuskupan Agung Kupang ke depan.

Fr. Nahazon da Costa, Pr dari Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui, memandang usia ke – 59 tahun Keuskupan Agung Kupang ini sebagai momentum syukur sekaligus panggilan untuk terus bertumbuh. Ia memaknai perayaan ulang tahun keuskupan bukan hanya tentang perjalanan panjang, tetapi juga berkat kesetiaan Tuhan yang nyata dalam kehidupan umat beriman. Ia berharap bahwa ke depan, Keuskupan Agung Kupang kian menjadi gereja yang dekat dengan umat, peka terhadap tantangan zaman dan berani menghadirkan kasih Tuhan secara konkret, terutama bagi mereka yang kecil dan tersisihkan. Ia juga mengharapkan agar lahir semakin banyak pelayan gereja yang rendah hati dari generasi muda yang berakar di dalam doa dan kesetiaan dalam pengabdian. Baginya, masa depan gereja tidak hanya ditentukan oleh program-program yang dicanangkan, tetapi oleh hati yang sungguh terpanggil dalam mencintai Tuhan dan gerejaNya.

Sementara itu, Maria Mhey, Ketua Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui menuturkan harapannya bagi Keuskupan Agung Kupang, agar benar-benar menjadi peziarah pengharapan yang berani berjalan di tengah kegelapan, menyalakan bara kasih dan menghadirkan wajah Allah yang penuh damai dalam setiap karya pelayanannya.

Di sisi lain, Yohanes Gualbert Chavin Putra Pani, mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) Keuskupan Agung Kupang menyerukan agar gereja lokal Keuskupan Agung Kupang bertambah serius dalam karya pelayanan pastoral yang dilakukan di setiap paroki. Ia juga mendorong agar kolaborasi antara kaum klerus dan awam dapat terus diberlangsungkan dalam semangat sinodalitas.

Chrispaskal Marko Peka, Ketua Peer Ministry dari Campus Ministry Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang mengharapkan bahwa Keuskupan Agung Kupang semakin jaya dan teguh dalam iman, harapan, dan kasih demi karya pelayanan umat Allah di wilayah-wilayahnya. Ia menambahkan harapan khusus bagi para imam, biarawan dan biarawati untuk kian menghidupi panggilannya masing-masing.

Adapun Keuskupan Agung Kupang merupakan keuskupan metropolit yang berada dalam kesatuan dengan Keuskupan Atambua dan Keuskupan Weetabula.