Kempo Bakar Semangat Pelajar NTT di POPDA dan Kejurda 2025

Kejuaraan Daerah Shorinji Kempo antar dojo se-NTT digelar bersamaan dengan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2025 di GOR Oepoi Kupang

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Kejuaraan Daerah Shorinji Kempo antar dojo se-NTT digelar bersamaan dengan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2025 di GOR Oepoi Kupang. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kupang sebagai bagian dari pembinaan atlet pelajar dan seleksi kenshi berprestasi.

Ketua Panitia, Rahmad Mukolang, mengatakan bahwa pelaksanaan cabang olahraga kempo dalam POPDA tahun ini digabung dengan Kejuaraan Daerah antar dojo se-NTT.

“Cabang olahraga kempo dalam POPDA 2025 diselenggarakan bersamaan dengan Kejurda antar dojo se-NTT. Meskipun digelar bersamaan, nomor pertandingannya berbeda, baik Randori maupun Enbu,” ujarnya saat diwawancarai Radio Tirilolok, Senin, 12 September 2025.

Ia menjelaskan, POPDA diikuti oleh 337 atlet dari 20 kabupaten/kota, sedangkan Kejurda diikuti oleh 30 dojo dari 10 kabupaten/kota.

“Ada beberapa daerah yang tidak ikut Kejurda, tapi wajib mengikuti POPDA. Pertandingan dimulai Rabu dan berjalan paralel, tanpa jeda antara POPDA dan Kejurda. Penutupan direncanakan hari ini setelah seluruh nomor selesai dipertandingkan,” jelasnya.

Rahmad menambahkan, para atlet yang meraih medali dalam dua ajang ini akan menjadi fokus pembinaan untuk menghadapi event tingkat nasional.

“Peraih medali emas, perak, maupun perunggu akan dibina lebih lanjut. Ini bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Bela Diri dan PON XXI di NTT. Untuk PON, seleksi dilakukan mulai dari tingkat pemula, remaja, hingga dewasa,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa peserta POPDA berasal dari tingkat SMP dan SMA, sedangkan Kejurda mencakup semua kategori usia.

“Jadi, POPDA memang fokus pada pelajar, sedangkan Kejurda terbuka untuk semua kategori, mulai dari junior hingga dewasa,” tambahnya.

Secara keseluruhan, kejuaraan ini melibatkan 367 peserta, terdiri dari 337 atlet pelajar dan 30 dojo, yang mencerminkan antusiasme tinggi dari berbagai daerah di NTT terhadap pengembangan olahraga kempo.