Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Alkitab menyatakan Allah sebagai Allah yang adil, baik dalam Tindakan dan ajaran maupun dalam penghukumanNya.
Dalam kebaktian pertama, Minggu 16 Juni 2024 di GMIT Pniel Manutapen yang adalah Minggu pertukaran mimbar para Pendeta Klasis Kota Kupang, dipimpin oleh Pdt. Marlis Riri-Babis, S.Th dari GMIT Betania Naikolan.
Dalam khotbah yang didasarkan pada Kitab Injil Yohanes 8:1-11 dengan Tema “Memaknai Keadilan dan Belas Kasih Tuhan”, Pdt Marlis mengatakan, setiap manusia adalah makluk lemah yang jauh dari kesempurnaan dan jauh dari kesucian. Karena itu sesama orang berdosa tidak pantas untuk saling menghakimi. Yang berhak menghakimi, hanyalah Yesus.
Pdt. Marlis Riri menambahkan terkadang kita sibuk menghakimi orang lain, sibuk bergosip tentang orang lain padahal belum tentu yang dibicarakan benar. Karena itu, Pdt. Marlis meminta jemaat agar belajar untuk tidak menyibukkan diri dengan urusan menghakimi dan tuduh menuduh.
Pdt. Marlis juga meminta jemaat agar jangan suka merasa nyaman dengan sikap pura-pura dan kemunafikan.
Hal lain yang penting adalah mencintai Tuhan melebihi apapun. Kesalahan sebesar apapun, jika disertai pertobatan maka pasti ada pengampunan.
Mengakhiri khotbahnya, Pdt. Marlis Riri-Babis mengajak jemaat agar dalam menjalani kehidupan, belajarlah untuk berhenti menuduh, berhenti menghakimi, berhenti menyalahkan dan belajar untuk bersikap mengampuni dan belajar dari konsep keadilan dan belas kasih yang mengampuni tanpa menghukum, memperbaiki tanpa menghakimi, menegur tanpa babak belur serta menyadarkan tanpa melempari.
Dalam kebaktian tersebut, PS PAR Hoinbala C dan VG Cendana mengisi liturgi dengan puji-pujian.














