Menjadi Imam Berarti Menjadi Utusan Allah

Inilah aku Tuhan, utuslah aku!

Atambua, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Dengan tema “Inilah aku Tuhan, utuslah aku! (Yes 6:8)”, lima (5) Diakon Serikat Sabda Allah/Societas Verbi Divini (SVD) dan satu (1) Diakon Scholarum Piarum (Sch.P) ditahbiskan menjadi imam oleh Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr di Aula Provinsialat SVD Timor, Nenuk, Atambua, pada tanggal 01 Oktober 2026.

Dalam kata pengantar, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr mengatakan bahwa semua Diakon yang ditahbiskan menjadi imam adalah utusan Allah dan menjadi duta-duta sukacita.

“Para pilihan Tuhan ini sungguh sadar selama pendidikan dan formasi bahwa mereka diantar untuk merasakan keagungan Tuhan. Mereka sadar bahwa mereka punya keterbatasan. Namun, kebesaran karya Allah tidak bisa dibatasi oleh kelemahan manusia. Dalam kepasarahan diri, mereka telah menyatakan siap untuk menjadi utusan Tuhan,” tegas Mgr. Domi dalam homilinya.

Sebagai utusan Allah, Mgr. Domi mengingatkan para imam baru dengan tiga (3) tugas Kristus, yaitu nabi, imam, dan raja.

Bahwasanya, para imam baru ditahbiskan sebagai nabi, penggaung Sabda Tuhan yang diajak untuk menggaungkan Sabda Tuhan ke tempat perutusan karena kadang dunia tidak sadar dengan suara kebenaran yang datang dari Allah.

Kemudian, para imam baru ditahbiskan sebagai imam untuk menjadi tanda keselamatan dengan melayani altar Tuhan dan sakramen-sakramen Gereja. Di samping itu, para imam baru ditahbiskan sebagai raja untuk menjadi pemimpin yang diharapkan untuk menuntun umat menuju jalan yang disiapkan Tuhan.

“Imam baru perlu menjadi seperti garam yang larut dalam kehidupan umat,” tambah Mgr. Domi, Dosen Filsafat di Fakultas Filsafat Agama Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.

Senada dengan Mgr. Domi, Pater Yosef Mario Ambasan, SVD., perwakilan para imam baru, mengatakan dalam sambutannya bahwa peristiwa tahbisan pada hari ini bukan tentang kehebatan mereka sebagai manusia, tapi tentang Tuhan yang memanggil, Tuhan yang memilih, dan Tuhan yang mengutus mereka.

“Menjadi imam berarti belajar memberi diri, menangis bersama yang terluka, dan memiliki hati Yesus yang berbelas kasih. Mengapa demikian? Karena kami ingin hadir di tengah umat. Kami ingin ada bersama umat yang miskin dan terpinggirkan. Semoga melalui kehadiran dan kehidupan kami, Tuhan berkenan melakukan karya-Nya dan umat merasakan belas kasih Allah. Kami pun berharap agar umat Allah bisa mendoakan, menegur, mengingatkan, dan membawa kami kembali kepada Kristus jika ada hal yang keliru saat kami menjalankan tugas perutusan,” jelas Pater Rio.

Perayaan ekaristi pentahbisan yang mulia dan semarak ini turut dihadiri oleh Bapak Wakil Bupati Belu, Bapak Vicente Hornai Gonsalves, ST. Dalam sambutannya, Bapak Vicente mengucapkan selamat dan proficiat untuk para imam baru yang hari ini menerima rahmat tahbisan imam.

“Menjadi imam bukan sekadar menerima jabatan, melainkan bersedia untuk melayani dan menjadi teladan bagi umat yang dilayani. Jangan pernah lelah untuk melayani dan jangan pernah berhenti menjadi tanda kehadiran Tuhan. Moto ‘Ini aku Tuhan, utuslah aku!’ semestinya bukan hanya sebagai tema, melainkan menjadi panduan pelayan sepanjang hidup untuk menjadi jembatan persaudaraan,” pesan Bapak Vicente.

Sebagai tuan rumah, Pater Provinsial SVD Timor, Pater Dismas Mauk, SVD., menyampaikan bahwa misa pentahbisan ini tidak hanya momen untuk berkumpul menyaksikan acara tahbisan, tapi momen untuk melihat dan merasakan Allah yang terus memanggil dan membentuk hidup umat beriman.

“Tahbisan bukanlah garis akhir, tapi awal perutusan. Altar Tuhan bukanlah garis akhir, tapi fondasi perutusan. Jangan pernah kehilangan rasa kagum di depan altar Tuhan ketika memegang tubuh dan darah Kristus. Jangan pernah membiarkan Ekaristi menjadi rutinitas. Jangan hanya berbicara tentang Sabda, tapi biarkanlah Sabda membentuk hidupmu. Biarkanlah Sabda menjadi nyata dalam kesaksian hidupmu. Umat mungkin akan lupa dengan khotbahmu, tapi umat akan mengingat kesaksian hidupmu. Oleh karena itu, Gereja mempercayakan altar kepada kalian. Rayakan altar dengan penuh hormat dan wartakanlah Sabda dengan setia,” ujar Pater Dismas.

Misa tahbisan ini juga dihadiri oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Atambua, Pimpinan Kongregasi Scholarum Piarum (Sch.P), perwakilan dewan Provinsi SVD Ende, puluhan imam dari beberapa kongregasi, para misionaris SVD yang berlibur, diakon, frater, suster, dan ratusan umat Allah.

“Salam bahagia untuk ke-6 imam baru yang baru ditahbiskan. Selamat berbahagia di tengah keluarga dan komunitas, serta selamat menjalankan tugas perutusan,” pungkas Mgr. Domi dalam sambutan penutupnya.