Menteri Agama RI Ajak Masyarakat NTT Jaga Kedamaian

Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar memberikan pesan damai kepada masyarakat NTT.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Menteri Agama Republik Indonesia (RI), Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar,MA melakukan kunjungan kerja di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, (5/12/2024).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Agama didampingi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Reginaldus S.S. Serang, serta rombongan lainnya. Kehadiran Menteri Agama RI bertempat di Hotel Neo by Aston Kupang dalam rangka memberikan arahan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) pada pertemuan Rapat Kerja Pimpinan Akhir Tahun 2024 dengan Lingkup Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT yang bertajuk “Menyatukan Langkah Mewujudkan Daya Saing Umat Untuk Kemaslahan Bangsa”.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa NTT merupakan wilayah yang sangat plural, dengan hampir semua etnik di Indonesia terdapat di sana. Meskipun demikian, tidak ada isu intoleransi, melainkan yang terlihat adalah kedamaian. Beliau juga menyinggung ketetanggaan yang harmonis dengan negara tetangga, seperti di Timor Leste.

Prof. Dr. Nasaruddin Umar menekankan pentingnya kearifan dalam kehidupan bersama dan tercipta berkat kerja keras tokoh perempuan setempat. Beliau mengajak para akademisi untuk mendorong masyarakat untuk mendefinisikan kebenaran sesuai dengan nilai-nilai yang ada. Lebih lanjut, Menteri Agama RI mengingatkan untuk selalu menyatakan yang benar sebagai kebenaran dan yang salah sebagai kesalahan. Kualitas diri dari seseorang sangat penting dalam mencapai yang terbaik.

Menteri Agama RI juga menyampaikan pesan kepada Radio TIRILOLOK bahwa NTT merupakan Provinsi NTT yang tidak pernah terlibat dalam persoalan intoleransi keagamaan. Beliau berharap NTT tetap menjadi contoh bagi seluruh wilayah di Republik Indonesia sebagai provinsi yang damai meskipun masyarakatnya sangat plural.

Prof. Dr. Nasaruddin Umar lahir di Ujung-Bone, Sulawesi Selatan, pada (23/6/1959).