Museum Daerah NTT Jadi Ruang Edukasi dan Refleksi Budaya

Museum Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan peran strategisnya sebagai ruang edukasi dan refleksi budaya.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Museum Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan peran strategisnya sebagai ruang edukasi dan refleksi budaya. Kunjungan pada Selasa, (16/9/2025), memperlihatkan antusiasme masyarakat yang datang untuk belajar sekaligus mengenang kekayaan budaya lokal, meskipun masih ada sejumlah catatan mengenai kualitas layanan dan kenyamanan fasilitas.

Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, beberapa pengunjung membagikan kesan dan pengalaman mereka. Intan, salah satu pengunjung, menyatakan bahwa tujuannya datang ke museum adalah untuk belajar dan mengenang kembali budaya lokal yang mulai terlupakan.

“Museum ini jadi tempat ideal untuk memenuhi rasa ingin tahu saya tentang sejarah dan budaya kita,” ujar Intan.

Sofia, mahasiswi arsitektur, mengaku terkesan dengan luasnya area pamer dan keberagaman koleksi yang ditampilkan. Namun, ia mencatat adanya kekurangan pada sirkulasi udara di dalam ruangan.

“Saat pertama masuk terasa agak pengap, mungkin karena ventilasi yang kurang maksimal,” kata Sofia.

Daya tarik utama pengunjung jatuh pada koleksi fosil paus yang dipamerkan. Ian Tami, salah satu pengunjung, mengaku takjub melihat langsung fosil berukuran besar tersebut.

“Luar biasa. Saya belum pernah lihat yang sebesar ini secara langsung. Sangat mengesankan,” ucap Ian.

Putri Azi, petugas magang dari Universitas Nusa Cendana (UNDANA), mengungkapkan bahwa dua koleksi paling diminati pengunjung adalah fosil paus dan stegodon. Meskipun stegodon merupakan replika, tetap berhasil menarik perhatian banyak pengunjung.

Senada dengan itu, Tania Seko, petugas magang lainnya, menjelaskan bahwa jumlah pengunjung museum berfluktuasi setiap hari. Namun, museum tidak pernah benar-benar sepi.

“Selalu ada yang datang, baik dari sekolah, turis asing, maupun masyarakat umum,” katanya.

Meskipun jumlah kunjungan tergolong tinggi, pihak pengelola masih berharap partisipasi lebih besar dari masyarakat lokal, khususnya generasi muda. Saat ini, mayoritas pengunjung masih didominasi oleh turis mancanegara dan pelajar.

Museum Daerah NTT terbuka untuk umum dengan harga tiket yang sangat terjangkau, yakni Rp 5.000 per orang. Museum ini diharapkan terus berkembang menjadi pusat edukasi dan pelestarian budaya yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.