Nama Baik Lebih Berharga Daripada Kekayaan

Kebaktian Utama kedua, bertempat di GMIT Pniel Manutapen yang dipimpin Pdt. Dhayana Babys-Fhunu, S.Si.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Kebaktian Utama kedua Minggu, (1/9/2024) di GMIT Pniel Manutapen yang dipimpin Pdt. Dhayana Babys-Fhunu, S.Si berdasar pada bacaan Firman Tuhan dari Kitab Amsal 22:1-9 dengan Tema “Nama Baik Lebih Berharga Daripada Kekayaan”.

Di era dengan perkembangan media sosial, nama baik bisa dihancurkan oleh karena kebancian dan fitnah. Karena itu Kitab Amsal mengajak sebuah cara yang dinamis untuk menjaga nama baik. Jangan jatuh oleh karena harta benda apalagi mencarinya dengan cara yang tidak benar. Kaya dan miskin sederajat di mata Tuhan, berlakulah bijak, hidup rendah hati di hadapan Tuhan dan jadilah pribadi yang memberi keteladanan karena nama baik di-aminkan melalui sikap hidup seseorang.
Dalam perenungan Firman Tuhan, Pdt. Dhayana Babys-Fhunu mengatakan, dalam Kitab Amsal 22:1a, dikatakan nama baik lebih berharga daripada kekayaan. Nama yang dimaksud oleh Salomo yaitu karakter diri. Salomo memperbandingkan dengan kekayaan bahwa nama baik seseorang, jauh lebih tinggi harganya.

Pdt. Diana juga menambahkan bahwa nama adalah identitas seseorang. Nama baik adalah penilaian baik menurut anggapan umum tentang perilaku atau kepribadian seseorang dari sudut moralnya. Nama baik seseorang selalu dilihat dari sudut pandang orang lain sehingga ukurannya berdasarkan penilaian atas perbuatan yang dilakukan, maka nama baik berkaitan dengan kehormatan diri.

Seseorang dituntut untuk rendah hati dan tidak serong hati sekalipun berhadapan dengan dunia yang sudah bisa membenarkan banyak hal yang tidak benar dan menghalalkan banyak hal.

Pdt. Diana mengajak jemaat untuk memiliki kesucian hati agar mendapat nama yang baik dan nama yang harum dalam kehidupannya.

Diakhir khotbahnya, Pdt. Diana Babys-Fhunu meminta segenap jemaat untuk menjaga nama baik. Dengan menjaga nama baik, jemaat telah mempermuliakan nama Tuhan. Apa artinya memiliki kekayaan berlimpah tetapi tidak mempunyai nama baik.

Kebaktian Minggu juga diisi dengan persembahan pujian duet Iba dan Absalom serta Solo Rina Kaseh.

Setelah kebaktian, jemaat juga memanfaatkan ajang Pasar Murah yang menjual sembako dihalaman Gereja seperti beras per 5 kg dijual 60.000, gula pasir per kg 18.000 dan minyak goreng serta bawang putih.