Pasar Murah Bersubsidi di Kota Kupang, Cabai hingga Beras Dijual Harga Terjangkau

Upaya dari Pemkot Kupang untuk menjaga daya beli masyarakat.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Kupang bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Provinsi NTT serta Perum Bulog Kanwil NTT menggelar Pasar Murah Bersubsidi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pengendalian inflasi daerah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Pasar murah tersebut berlangsung selama lima hari, dan dilaksanakan secara bergilir di setiap kecamatan di Kota Kupang.

Dalam wawancara bersama wartawan, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Kupang, Leni M. Hermanus, mengatakan pasar murah ini bertujuan menjaga stabilitas harga serta meningkatkan daya beli masyarakat menjelang perayaan Nataru.

“Pasar murah ini kami laksanakan selama lima hari, dimulai sejak Senin,15 Desember 2025. Setiap hari difokuskan pada satu kecamatan dengan tiga titik lokasi,” ujar Leni saat ditemui wartawan di halaman Gereja Katolik Santa Maria Assumpta Kupang, Selasa (16/12/2025).

Ia menjelaskan, kenaikan harga kebutuhan pokok kerap terjadi menjelang Natal dan Tahun Baru, sehingga pasar murah menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menekan inflasi.

“Biasanya menjelang Nataru harga-harga naik. Karena itu, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan pasar murah ini untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” jelasnya.

Dalam pasar murah tersebut, pemerintah menyediakan delapan komoditas utama, antara lain beras, minyak goreng, telur, bawang merah, bawang putih, gula pasir, cabai rawit, serta kacang hijau besar dan kecil.

Leni menyebutkan, seluruh komoditas dijual dengan harga subsidi. Salah satunya cabai rawit yang dijual seharga Rp25.000 per kilogram setelah mendapat subsidi Rp10.000 dari harga normal Rp35.000.

“Bawang merah dan bawang putih masing-masing dijual Rp50.000 per kilogram dengan subsidi Rp10.000. Beras premium juga disubsidi Rp25.000, sehingga masyarakat cukup membayar Rp50.000 per kemasan,” ungkapnya.

Menurut Leni, antusiasme masyarakat cukup tinggi, khususnya warga di sekitar Kayu Putih, TDM, dan Liliba.

“Antusias masyarakat sangat baik. Warga yang datang berbelanja cukup banyak dan merasa terbantu dengan adanya pasar murah ini,” katanya.

Pasar murah akan terus berlanjut hingga Jumat (19/12/2025) dengan lokasi yang telah dijadwalkan di sejumlah kelurahan.

Sementara itu, salah satu warga pembeli, Ati, mengaku bersyukur dengan adanya pasar murah bersubsidi tersebut.

“Kami sangat terbantu karena bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah. Ini sangat membantu kami dalam mempersiapkan kebutuhan Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang dan seluruh pihak yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada Pemkot Kupang dan semua pihak yang sudah menyelenggarakan pasar murah ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” tutupnya.