Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Persiapan ibadah haji tidak cukup dilakukan ketika waktu keberangkatan semakin dekat. Kesiapan spiritual, pengetahuan, fisik hingga mental perlu dibangun jauh hari agar calon jamaah benar-benar siap menjalani perjalanan ibadah yang panjang dan penuh tantangan.
Semangat itulah yang melandasi Pembukaan Napak Tilas dan Launching Pra-Manasik Jamaah Haji Kota Kupang Tahun 2027 yang digelar di Halaman Kantor Wali Kota Kupang, Sabtu (5/9).
Pemerintah Kota Kupang menyambut baik inisiatif Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Kupang yang mulai melakukan pembinaan calon jamaah haji sejak jauh sebelum masa keberangkatan.
Mewakili Pemkot Kupang, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Hengky C. Malelak, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa pra-manasik merupakan langkah penting untuk membangun kesiapan calon jamaah secara lebih dini, terarah dan berkelanjutan.
“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada IPHI Kota Kupang beserta seluruh panitia yang telah menginisiasi dan melaksanakan kegiatan yang sangat penting ini sebagai bagian dari upaya mempersiapkan calon jamaah haji secara lebih dini, terarah dan berkelanjutan,” ujar Hengky saat membacakan sambutan Wali Kota.
Menurutnya, ibadah haji merupakan perjalanan yang membutuhkan kesiapan menyeluruh. Bukan hanya kemampuan memahami tata cara ibadah, tetapi juga kesiapan spiritual, kesehatan, mental dan pengetahuan.
Karena itu, pembinaan yang dimulai sejak awal dinilai akan membantu calon jamaah menghadapi setiap tahapan perjalanan haji dengan lebih tenang dan percaya diri.
“Kegiatan yang kita laksanakan hari ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat kebersamaan di antara para calon jamaah haji, para alumni haji serta seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap penyelenggaraan ibadah haji,” katanya.
Konsep napak tilas yang menjadi bagian dari kegiatan juga memiliki makna tersendiri. Calon jamaah diajak belajar dari pengalaman mereka yang telah lebih dahulu menunaikan ibadah haji.
Pengalaman para alumni diharapkan tidak berhenti sebagai cerita, tetapi menjadi pengetahuan praktis bagi calon jamaah dalam mempersiapkan diri menghadapi perjalanan spiritual ke Tanah Suci.
Pemerintah Kota Kupang juga menilai pembinaan kehidupan keagamaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan daerah. Pembangunan, kata Hengky, tidak semata-mata berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut kualitas manusia yang beriman, berakhlak dan memiliki kepedulian sosial.
“Pemerintah Kota Kupang senantiasa memberikan perhatian terhadap berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan yang bertujuan memperkuat nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan dan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Hengky menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam pembukaan napak tilas dan launching pra-manasik tersebut. Dengan dukungan pemerintah, IPHI, para alumni haji, pembimbing serta masyarakat, persiapan menuju musim haji 2027 diharapkan tidak menjadi proses yang berlangsung sesaat, tetapi menjadi perjalanan pembinaan yang dilakukan secara bertahap hingga calon jamaah benar-benar siap.
Di tengah kegiatan tersebut, Hengky juga mengajak seluruh peserta untuk terus mendoakan masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Pulau Flores. Ia mengingatkan bahwa persaudaraan tidak berhenti pada identitas daerah maupun komunitas. Solidaritas dan gotong royong harus terus dirawat sebagai bagian dari kepedulian sesama anak bangsa.
Dalam konteks tersebut, ia kembali menyampaikan bahwa Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, sebelumnya telah menjalankan misi kemanusiaan selama kurang lebih lima hari ke enam kabupaten terdampak gempa di Pulau Flores.
Dalam misi tersebut, Pemerintah Kota Kupang membawa bantuan senilai kurang lebih Rp635 juta, yang bersumber dari APBD dan donasi ASN Pemerintah Kota Kupang.
Ketua Panitia, Haji Rumadi, menjelaskan bahwa pelaksanaan pra-manasik merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi IPHI Kota Kupang dalam memberikan edukasi kepada calon jamaah haji yang akan berangkat pada 2027.
Menurutnya, pembinaan calon jamaah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan organisasi persaudaraan haji dan berbagai elemen masyarakat.
IPHI Kota Kupang, kata Rumadi, mengambil bagian dengan memberikan pembelajaran mengenai rukun, syarat, wajib serta sunah-sunah dalam pelaksanaan ibadah haji.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang yang telah memberikan dukungan tempat dan sarana kegiatan, serta kepada para donatur, alumni haji, calon jamaah dan seluruh panitia.
Sementara itu, Ketua IPHI Kota Kupang yang juga Ketua MUI Kota Kupang, Haji Muhammad MS, menekankan bahwa kesiapan calon jamaah harus dibangun dari berbagai sisi.
“Perjalanan ibadah haji boleh jadi kita berangkat bersama, naik kendaraan bersama, sampai di Tanah Suci bersama, melaksanakan ibadah bersama dan pulang bersama, tetapi pengalaman spiritual masing-masing pasti berbeda. Semuanya tergantung sejauh mana kesiapan kita,” ujarnya.
Karena itu, pra-manasik akan dilaksanakan secara rutin setiap pekan, khususnya pada Sabtu dan Minggu, mulai dari Masjid Raya Kota Kupang hingga menjelang keberangkatan jamaah haji 2027.
Pembinaan tidak hanya berisi materi tentang tata cara ibadah haji. Aspek kesehatan fisik juga menjadi perhatian. Kegiatan perdana diawali dengan jalan sehat dan senam sebagai bagian dari upaya membangun kebugaran calon jamaah sejak awal.
Haji Muhammad MS menegaskan IPHI Kota Kupang juga berkomitmen terus mendukung pemerintah dalam pelayanan jamaah, baik pada masa keberangkatan maupun kepulangan. Ia berharap pembinaan yang dilakukan secara konsisten dapat membuat calon jamaah haji Kota Kupang lebih siap menjalankan seluruh rangkaian ibadah secara aman, tertib dan maksimal.














