Perpustakaan Daerah NTT Dorong Literasi Lewat Layanan Digital dan Perpustakaan Keliling

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berupaya meningkatkan minat baca masyarakat melalui berbagai layanan inovatif

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berupaya meningkatkan minat baca masyarakat melalui berbagai layanan inovatif. Di ruang kerjanya pada Selasa (9/9/2025) Plt. Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan NTT, Stefanus G. de Rozari, menjelaskan bahwa sejak tahun 2018, bidang urusan Kearsipan dan Perpustakaan digabung menjadi satu lembaga.

“Di dalam kegiatan perpustakaan ini ada beberapa layanan yang dilaksanakan. Baik itu layanan digital, layanan antar buku (LAPBUKIT), hingga mobil perpustakaan keliling. Mobil perpustakaan ini melayani permintaan dari sekolah TK hingga perguruan tinggi, bahkan juga masyarakat umum,” ujarnya.

Selain urusan perpustakaan, pihaknya juga mengelola kearsipan, baik arsip statis yang bernilai sejarah maupun arsip dinamis. Arsip-arsip penting tersebut kini disimpan di depot Arsip, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kupang.

Stefanus juga menyampaikan harapannya agar masyarakat NTT semakin termotivasi untuk membaca.
“Harapan saya, kita semua bisa menyuarakan kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari TK sampai perguruan tinggi, bahkan masyarakat umum, untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat belajar, menambah ilmu, dan menambah wawasan,” katanya.

Kepala Bidang Pengembangan dan Pelestarian Bahan Pustaka, Yohanes Berek, menambahkan bahwa koleksi buku yang dimiliki Perpustakaan Daerah NTT kini mencapai lebih dari seratus ribu judul.
“Untuk buku tercetak, jumlahnya ada sebanyak 112.808 judul dan 258.812 eksemplar. Artinya, satu judul ada lebih dari satu eksemplar,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Layanan dan Pembinaan Perpustakaan, Dollyres Chandra, menyebut minat baca masyarakat terus menunjukkan tren positif.
“Hingga tahun 2025, jumlah pengunjung tercatat mencapai 2.750.096 orang. Pengunjung paling ramai datang pada hari aktif perkuliahan, sementara saat hari libur jumlahnya menurun,” ujarnya.

Untuk menjawab kebutuhan masyarakat, perpustakaan juga menghadirkan layanan E-book yang berisi bahan bacaan umum, literatur tentang NTT, hingga referensi untuk mahasiswa dan dosen.

Selain layanan digital, berbagai kegiatan sosial, pelatihan, serta perpustakaan keliling juga terus digalakkan. Dengan inovasi ini, Perpustakaan Daerah NTT berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan perpustakaan dan menjadikan membaca sebagai bagian dari budaya literasi sehari-hari.