Raih Impian Melalui Semangat Belajar yang Tak Pernah Padam

Refleksi Hardiknas dari Ruang Belajar NTT.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK mengadakan acara Viral NTT dengan tema “Refleksi Hardiknas dari Ruang Belajar NTT” pada Sabtu, (3/5/2025), di Studio Radio TIRILOLOK. Acara Viral NTT menghadirkan dua narasumber yaitu Romo Yonas Kamlasi, S.Fil., MM sebagai Kepala SMP Katolik Adisucipto Penfui, dan Veronika Wawo, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala SMA Negeri 5 Kupang.

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap 2 Mei untuk mengenang jasa Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional Indonesia. Peringatan Hardiknas bertujuan menghargai perjuangannya dalam dunia pendidikan.

Dalam dialog interaktif, Kepala SMAN 5 Kupang, Veronika Wawo menyampaikan beberapa pesan penting bagi generasi muda yang sedang menempuh pendidikan. Kunci sukses pertama adalah mengetahui mimpi dan tujuan hidup, diikuti dengan fokus pada apa yang perlu dikerjakan dan belajar dari kesalahan.

Kepsek SMAN 5 Kupang juga menekankan pentingnya pengembangan diri, berpikir positif, dan memiliki motivasi untuk terus belajar. Kepsek SMAN 5 Kupang mengingatkan agar tidak hanya berbicara, tetapi lebih banyak bekerja, serta pentingnya ketekunan, karena masa depan ada di tangan setiap individu.

Sementara itu, Kepala SMPK Adisucipto Penfui, Romo Yonas Kamlasi mengungkapkan bahwa pendidikan adalah senjata terpenting untuk merubah masa depan, sejalan dengan tema Hardiknas tahun 2025. Kepsek SMPK Adisucipto Penfui mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dan berjuang bersama agar dapat memberikan yang terbaik bagi anak-anak Indonesia.

Menurut Romo Yonas Kamlasi, dengan pendidikan yang maju, negara yang kuat dan masa depan bangsa lebih cerah. Romo Yonas Kamlasi juga mengingatkan, pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan bagian dari seluruh masyarakat.

Ki Hajar Dewantara berpendapat tentang pendidikan adalah proses pembudayaan yang membentuk budi pekerti manusia yang beradab, serta perjuangan manusia dalam menghadapi dua kekuatan yang mengelilingi kehidupan, yaitu alam dan masyarakat.