Semangat Baru Umat Manulai Menuju Status Paroki

Hironimus Metan Bani - Ketua Pelaksana Badan Pengurus Kuasi Paroki St. Petrus Manulai II.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, memimpin Misa Minggu Pra-Paskah I sekaligus melantik Badan Pengurus Kuasi Paroki St. Petrus Manulai II pada Minggu, (22/2/2026).

Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, Pastor Kuasi Paroki, Romo Andreas J. Alo, menjelaskan bahwa pelantikan tersebut menjadi momentum membangkitkan keterlibatan umat dalam pelayanan pastoral.

“Tidak hanya pengurus yang bekerja, tetapi seluruh umat harus merasa memiliki dan terlibat aktif dalam perjalanan menuju paroki mandiri,” ujarnya.

Romo Andreas berharap semangat baru itu menghadirkan perubahan positif di tengah kehidupan umat.

Ia menuturkan sebagian besar umat Kuasi Paroki St. Petrus Manulai II berprofesi sebagai petani, tukang, buruh, nelayan, ibu rumah tangga, dan janda, sehingga pelayanan gereja perlu menyentuh aspek rohani sekaligus sosial ekonomi.

Karena itu, pengurus baru memprioritaskan penguatan ekonomi umat serta pembangunan rumah pastoran sebagai bagian dari persiapan menuju status paroki mandiri.

Ketua Pelaksana Badan Pengurus, Hironimus Metan Bani, menegaskan komitmen untuk memperhatikan kehidupan sakramental sekaligus kebutuhan dasar umat.

“Harapan kami dalam satu sampai dua tahun ke depan pembangunan pastoral dan rumah pastoran bisa berjalan baik, sehingga pada tahun ketiga kita siap menjadi Paroki Santo Petrus Manulai yang mandiri,” katanya.

Wakil Ketua Pelaksana, Ferdi Hironimus Minggu Nosi, menambahkan bahwa pengurus akan mendukung penuh seluruh kegiatan pastoral dan menyiapkan sarana pendukung seperti kantor paroki serta fasilitas lainnya.

“Kita siap bekerja sama dan saling mendukung dalam berbagai bidang, termasuk penguatan ekonomi umat dan program pelayanan lainnya,” ujarnya.

Pelantikan Badan Pengurus Kuasi Paroki St. Petrus Manulai II tersebut menjadi langkah awal memperkuat fondasi gereja yang mandiri secara pastoral serta berdaya dalam kehidupan sosial ekonomi umat.