Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, menghadiri sekaligus membuka Festival Budaya dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (22/8/2025), yang digelar di halaman Gereja Marturia, Kelurahan Oesapa Selatan.
Dalam sambutannya, Serena Francis mengungkapkan bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan identitas budaya masyarakat Kupang.
“Hari ini, kita bukan hanya merayakan kemerdekaan, tapi juga memperingati semangat persaudaraan, gotong royong, dan kekayaan budaya yang menjadi jati diri Kota Kupang,” ujar Serena.
Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen untuk hadir secara nyata dan berkelanjutan dalam pelayanan kepada masyarakat, khususnya di tengah berbagai keterbatasan yang ada.
“Semangat kemerdekaan menjadi landasan kuat bagi kami untuk terus bergerak dan melayani. Berbagai inisiatif yang lahir adalah bentuk nyata dari komitmen itu,” tegasnya.
Mengutip pernyataan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, Serena menyampaikan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi tantangan pembangunan.
“Kalau mau jalan jauh, kita harus bergerak bersama. Ini terbukti lewat gotong royong masyarakat yang luar biasa, meski dengan anggaran terbatas, kegiatan ini bisa terselenggara,” ujar Serena.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak gereja yang telah memberikan tempat dan fasilitas untuk pelaksanaan festival, sebagai bentuk kolaborasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah.
“Terima kasih kepada Mama Pendeta dan seluruh jemaat yang telah membuka ruang bagi kegiatan ini. Kolaborasi seperti ini menjadi kekuatan besar bagi pembangunan sosial kita,” tambahnya.
Lebih lanjut, Serena menyebutkan langkah konkret yang telah diambil pemerintah dalam sektor kesehatan, terutama melalui pelayanan darurat di RSUD SK. Lerik.
“Kami telah menyiapkan layanan khusus di RSUD SK. Lerik bagi warga yang menghadapi kondisi darurat, termasuk yang mengalami kendala administrasi seperti BPJS yang belum aktif atau KTP yang belum berlaku. Fokus utama kami adalah memberikan pertolongan terlebih dahulu,” ujar dia.
Ia menegaskan bahwa seluruh program dan terobosan yang dijalankan tidak lepas dari dukungan aktif masyarakat.
“Semua ini bukan semata karena pemerintah, tetapi karena partisipasi dan dukungan masyarakat yang luar biasa. Seperti kata pepatah, individually we are a drop, together we are an ocean,” pungkas Serena.
Sebagai tambahan, salah satu kekayaan budaya Kota Kupang adalah tenun bermotif bunga sepe, yang terinspirasi dari pohon flamboyan. Motif Tenu Sepe melambangkan kasih sayang, menjadi simbol kearifan lokal yang terus dijaga dan diwariskan.














