Serena Francis: Perfilman Jadi Pilar Baru Industri Kreatif Kota Kupang

Distorsi memori di balik layar, kisah inspiratif mahasiswa UNDANA.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis menghadiri kegiatan pemutaran dan nonton bareng delapan film karya mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang. Kegiatan nobar film dilaksanakan Ruang Teater Lantai 3 Gedung Rektorat UNDANA pada Jumat, (4/7/2025).

Dalam sambutan, Serena Francis menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan yang dinilai sebagai bentuk konkret dukungan terhadap pengembangan bakat generasi muda, khususnya di bidang perfilman dan media kreatif.

Jurusan Ilmu Komunikasi UNDANA dianggap mampu menciptakan ruang ekspresi sekaligus mendorong mahasiswa untuk berani tampil melalui karya audio-visual.

Pemerintah Kota Kupang sedang berupaya untuk memperkuat sektor industri kreatif, termasuk perfilman, sebagai salah satu pilar ekonomi baru.

Potensi anak muda mampu memberikan gagasan melalui film dinilai mampu berkontribusi pada pembangunan budaya dan citra kota yang progresif.

Sementara itu, dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, sutradara film Samara, Feby mengungkapkan ketertarikannya pada tema kesehatan mental yang diangkat dalam karya visual.

Feby terinspirasi setelah menonton film Indonesia bertema serupa dan tertarik mendalami isu distorsi memori.

Menurut Feby, kondisi tersebut memberikan ruang eksplorasi kreatif yang unik karena karakter dalam film tumbuh bersama penciptanya, menciptakan dinamika emosional yang mendalam.

Dilansir Wikipedia, sejarah perfilman modern sering merujuk pada pemutaran sepuluh film pendek karya Lumière bersaudara di Paris pada 28 Desember 1895 sebagai tonggak awal sinematografi.