Tantangan PPDB di NTT

Problematika Penerimaan Peserta Didik Baru.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Acara Viral NTT kembali hadir dengan membawa tema “Problematika PPDB” dengan menghadirkan Ir. Habde A. Dami, M.Si sebagai Koordinator Kebijakan Publik & Penganggaran Kupang Institute, Ayub Sanam, S.Pd selaku Kabid Dikmen, dan Winston Neil Rondo yang menjabat Ketua BMPS NTT, bertempat di Studio Radio TIRILOLOK pada Sabtu, (29/6/2024).

Dalam dialog interaktif, Kabid Dikmen, Ayub Sanam, S.Pd menyampaikan bahwa sebenarnya kuota Kota Kupang tidak kurang, tetapi lulusan SMP mencapai 6.800 sementara daya tampungnya sebanyak 7500. Jadi masalahnya bukan berkurangnya jumlah rombongan belajar untuk menampung anak-anak di Ruang Kelas, melainkan Disparitas Kualitas antara sekolah negeri dan sekolah swasta. Ayub juga menjelaskan hasil evaluasi menunjukkan kelemahan dalam sistem rencana tata ruang yang mengakibatkan beberapa kecamatan tidak memiliki sekolah negeri.

Ayub berharap pemerintah serius mulai meningkatkan mutu pendidikan di NTT agar siswa dapat mengaksess pendidikan yang adil dan berkualitas.

Sementara itu, Koordinator Kebijakan Publik & Penganggaran Kupang Institute, Ir. Habde A. Dami, M.Si mengatakan kebijakan PPDB secara konseptual adalah baik, namun persoalan muncul saat implementasi. Ia menyoroti manipulatif KK, data base, ketimpangan antara kualitas sekolah, dan daerah lainnya. Serta konsekuensi dari sebuah sekolah favorit.

Ia berpesan untuk PPDB menjadi dilema antara akses pelayanan pendidikan yang lebih luas dan pemerataan pendidikan dengan peningkatan kualitas.

Terakhir, Ketua BMPS NTT, Winston Neil Rondo menjelaskan problematika zonasi dalam PPDB dan pentingnya memperbaiki mekanisme sistem online serta memberikan kesempatan bagi sekolah swasta untuk menerima siswa baru.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024/2025 tingkat SMA/SMK di Nusa Tenggara Timur (NTT) dibuka mulai (19/6/2024). Kuota penerimaan siswa baru sebanyak 165.287 orang.