Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Acara Gen-Z Bicara kembali menghadirkan topik “Menjadi Pemimpin Muda Katolik di Era Digital” bersama narasumber mahasiswa UNWIRA Kupang yang berprestasi, yakni Fr. Irenius P. R. Boko atau dipanggil Sarce selaku Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UNWIRA serta Maria N. Lipat Bala atau diakrab Nona Lamariang sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNWIRA. Acara ini diselenggarakan pada Rabu, 26 Juni 2024, di Studio Radio TIRILOLOK.
Dalam dialog interaktif, Sarce menekankan pentingnya tindakan toleransi daripada intoleransi. DPM UNWIRA Kupang tidak hanya terbatas pada agama Katolik, tetapi juga membuka diri secara inklusif untuk melibatkan beragam latar belakang keagamaan mahasiswa lain demi terciptanya sikap toleransi yang kuat.
Sarce membahas tentang era pasca kebenaran (‘Era Post-Truth’), dimana sekarang menjaga prinsip-prinsip integritas lebih penting dari sebelumnya. Ketua DPM UNWIRA Kupang juga menyoroti proyeksi kebenaran yang didorong oleh emosi daripada fakta objektif, serta mengajak mahasiswa untuk aktif terlibat dalam pengembangan keahlian akademis mereka.
Sarce berpesan kepada Generasi-Z bahwa belajar tanpa tindakan nyata hanya akan menjadi ilusi. Menjadi pemimpin dan pribadi yang memiliki integritas di tengah masyarakat membutuhkan gabungan antara belajar dan tindakan nyata.
Selanjutnya, Nona Lamariang membahas tentang nilai kepemimpinan yang dipelajari, yaitu melayani. Sebagai Ketua BEM UNWIRA, Nona Lamariang menekankan pentingnya melayani dengan rendah hati, mendengarkan masukan dari mahasiswa, dan melibatkan semua mahasiswa tanpa memandang agama. Hal ini tercermin dalam program kerja seperti acara Halal Bihalal yang melibatkan mahasiswa non-Katolik untuk menciptakan lingkungan inklusif.
Nona Lamariang juga menekankan pentingnya kemampuan memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain, dan kemampuan komunikasi yang baik sebagai kunci sukses dalam kepemimpinan. Semua ini menjadikan pemimpin muda Katolik di era digital harus mampu mengendalikan diri, berkomunikasi secara efektif, dan melayani dengan integritas.
Masa bakti bagi DPM dan BEM di UNWIRA berlangsung selama 1 tahun.














