“Totus Tuus”, Cara SMA St. Arnoldus Janssen Sambut 150 Tahun SVD

“Totus Tuus” yang berarti “Seluruhnya Milik-Mu” juga berangkat dari pengalaman kehidupan manusia sehari-hari yang tak luput dari beragam persoalan, namun pula tidak terlepas dari campur tangan Tuhan.

Pentas Seni "Totus Tuus" SMA St. Arnoldus Janssen Kupang, menyongsong perayaan 150 tahun SVD.

Kota Kupang , TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Karya misi Kongregasi Serikat Sabda Allah atau Societas Verbi Divini (SVD) yang didirikan oleh St. Arnoldus Janssen pada tahun 1875 lalu, hingga kini terus mengalami perkembangan dalam berbagai bidang, di antaranya pendidikan, sosial budaya, media komunikasi dan lain-lain.

Di Indonesia, SVD memulai pelayanannya pada tahun 1912 dan setahun kemudian merambah ke Pulau Timor. Sejak saat itu, para misionaris barat dan kemudian dilanjutkan oleh para imam pribumi melakukan pewartaan Sabda Allah dalam berbagai bentuk.

Khusus di dunia pendidikan, karya SVD hadir lewat sejumlah lembaga, antara lain SMA St. Arnoldus Janssen Kupang yang didirikan enam tahun lalu dan terus berkembang sampai saat ini.

Sebagai sekolah di bawah pengelolaan SVD, SMA St. Arnoldus Janssen turut terlibat dalam perayaan akbar menyongsong 150 tahun SVD. Salah satunya dengan menggelar Pentas Seni “Totus Tuus” pada Sabtu (30/08) di Aula SMA St. Arnoldus Janssen.

Pentas seni tersebut menampilkan aneka pertunjukan, yakni paduan suara, ansambel, hingga teater yang juga bertajuk “Totus Tuus” yang dipentaskan oleh Kelompok Teater Zarathustra.

Kepada Radio Tirilolok, Kepala SMA St. Arnoldus Janssen, P. Apolynarius Wawo Koa, SVD, S.Pd menyebut bahwa pementasan teater itu dapat membantu setiap penonton untuk merenungkan kembali panggilan hidupnya masing-masing. Ia juga berharap bahwa di usianya yang ke-150 tahun, SVD akan terus bersinar dan lebih banyak orang yang terpanggil untuk menjadi terang bagi sesama.

Sementara itu, sutradara pementasan teater “Totus Tuus”, Gregorius Valentino Ukat, S.Fil mengaku bahwa kelompok teater binaannya itu terinspirasi dari St. Arnoldus Janssen yang dikenal sebagai sosok penuh iman dalam penyerahan diri secara total.

Lebih lanjut, Valen mengatakan bahwa “Totus Tuus” yang berarti “Seluruhnya Milik-Mu” juga berangkat dari pengalaman kehidupan manusia sehari-hari yang tak luput dari beragam persoalan, namun pula tidak terlepas dari campur tangan Tuhan.

Ia mengangkat dan mengemas kisah hidup St. Arnoldus Janssen dari sudut pandang yang berbeda. Dalam pementasan itu, dipertontonkan sisi manusiawi St. Arnoldus Janssen yang pada kala itu menghadapi penolakan dari pihak-pihak yang meragukan keinginannya untuk membangun rumah misi. Kendati demikian, pelbagai pertentangan itu mampu dijawabinya dengan kehadiran SVD yang didirikan di Steyl, Belanda.

Seorang pegiat seni yang hadir menyaksikan pagelaran tersebut, E. Nong Yonson mengapresiasi para pemeran teater “Totus Tuus” itu. Ia menyoroti tiga kekuatan utama teater, yaitu adegan, dialog/monolog, dan penguasaan panggung. Baginya, ketiga hal tersebut sudah dimiliki oleh Kelompok Teater Zarathustra.

Ia turut mengakui keberanian mereka yang tidak sekadar menampilkan perjalanan pendiri SVD, tetapi juga terselip sejumlah kritikan akan panggilan hidup dewasa ini. Ia mengharapkan agar ke depan, Kelompok Teater Zarathustra dapat mempertahankan kualitas yang ada dan terus meningkatkan kemampuan, khususnya keterampilan vokal dan pengembangan diri dalam memahami makna teatrikal sehingga tidak timbul ekspresi tambahan lain ketika para pemeran keluar pentas.

Adapun pertunjukan teater itu akan kembali dipentaskan dalam perayaan puncak 150 tahun SVD di wilayah Provinsi SVD Timor yang akan berlangsung pada Minggu (7/9) mendatang di Biara St. Yosef Nenuk, Atambua.