Uskup Agung Kupang Ajak Umat Katolik Refleksikan Perjalanan Keuskupan Agung Kupang

Keuskupan Kupang didirikan pada tanggal 13 April 1967 sebagai pemekaran dari Keuskupan Atambua. Pada 23 Oktober 1989, status yuridiksi Keuskupan Kupang ditingkatkan menjadi Keuskupan Agung Kupang.

Perayaan Ekaristi di Gereja Katolik Paroki Kristus Raja Katedral Kupang, (13/04).

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Keuskupan Agung Kupang merupakan keuskupan metropolit untuk provinsi gerejawi yang berada dalam kesatuan dengan Keuskupan Atambua dan Keuskupan Weetabula. Keuskupan Kupang didirikan pada tanggal 13 April 1967 sebagai pemekaran dari Keuskupan Atambua. Pada 23 Oktober 1989, status yuridiksi Keuskupan Kupang ditingkatkan menjadi Keuskupan Agung Kupang.

Hingga saat ini, Keuskupan Agung Kupang telah dipimpin oleh tiga uskup agung sepanjang hampir 60 tahun karya pelayanannya, yakni mendiang Mgr. Gregorius Manteiro, SVD yang memimpin sejak 1967-1997, dilanjutkan mendiang Mgr. Petrus Turang pada 1997-2004, dan kini dipimpin oleh Mgr. Hironimus Pakaenoni.

Untuk merayakan Hari Ulang Tahun ke – 59 Keuskupan Agung Kupang, maka pada Senin (13/04), berlangsung Perayaan Ekaristi di Gereja Katolik Paroki Kristus Raja Katedral Kupang. Dipimpin secara langsung oleh Mgr. Hironimus Pakaenoni yang didampingi oleh sejumlah konselebrans, perayaan tersebut juga bertujuan untuk memperingati tiga momentum penting bagi perjalanan Keuskupan Agung Kupang. Pertama, satu tahun berpulangnya Mgr. Petrus Turang pada 4 April 2025. Kedua, perayaan ulang tahun ke – 57 Mgr. Hironimus Pakaenoni pada 14 April 2026. Ketiga, pencanangan perayaan 60 tahun berdirinya Keuskupan Agung Kupang yang berpuncak pada 13 April 2027 mendatang.

Dalam homilinya, Mgr. Hironimus menekankan arti Paskah sebagai cahaya yang mulai menetap dalam jati diri gereja, yang mendorong umat untuk lebih jauh menyelami misteri kebangkitan Kristus. Ia mengundang umat untuk bergerak dari sekadar merayakan, menuju perenungan mendalam tentang makna Paskah yang sesungguhnya.

Ia juga menyoroti tentang bacaan suci pada perayaan ekaristi itu yang memfokuskan pada kelahiran baru oleh Roh dan keberanian untuk mewartakan Kristus yang bangkit kepada segala bangsa. Mgr. Hironimus menitikberatkan makna Paskah sebagai transformasi rohani yang melampaui kemampuan manusiawi.

Lebih lanjut, Uskup Agung yang terpilih pada 9 Maret 2024 itu menyebut Sakramen Pembaptisan sebagai kesatuan manusia dengan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Oleh karena itu, ia mengajak umat beriman untuk membuka diri terhadap Roh Kudus dan memaknai buah kelahiran bukan sebagai pelarian dari segala tantangan dan kesulitan, melainkan keberanian untuk tetap setia.

Dalam konteks Keuskupan Agung Kupang, Mgr. Hironimus melihat terang Sabda Tuhan selama peziarahan 59 tahun keuskupan itu, bukan sekadar perjalanan institusi manusiawi, melainkan perjalanan iman yang dituntun oleh Roh Kudus. Baginya, perkembangan Keuskupan Agung Kupang tidak terlepas dari buah karya dan nilai para gembala sebelumnya.

Dari Mgr. Gregorius Manteiro, SVD dengan motto Opus Justitiae Pax yang berarti “Karya Keadilan untuk Kedamaian”, disusul Mgr. Petrus Turang dengan semboyan Petransiit Bonefaciendo yang artinya “Ia Berkeliling Sambil Berbuat Baik”. Ia menambahkan, kedua uskup sebelumnya merupakan sosok gembala yang setia dan terus menyerahkan diri dan seluruh hidup bagi pelayanan untuk umat Allah di Keuskupan Agung Kupang. Ia berharap, motto episkopalnya Pasce Oves Meas  yang berarti “Gembalakanlah Domba-DombaKu” menjadi pengingat baginya dan umat katolik di gereja lokal Keuskupan Agung Kupang untuk siap menjadi saksi kebangkitan yang benar dengan mempertahankan dan membela kebenaran serta memperjuangkan keadilan dan mencintai tanpa syarat.

Adapun Keuskupan Agung Kupang kini mencakup wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sabu Raijua, dan Kabupaten Alor.