Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Ketua Dekranasda Kota Kupang, Ny. dr. Widya Cahya, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, serta rombongan lainnya, turut hadir dalam Pawai Ogoh-ogoh yang digelar dalam rangka Perayaan Nyepi 2025 (Warsa Anyar Saka 1947) pada Jumat, (28/3/2025), di Jalan El Tari Kupang.
Kegiatan dimulai dengan Tawur Agung Kesanga, sebuah upacara Hindu yang dilaksanakan menjelang Hari Raya Nyepi.
Selanjutnya, Wali Kota Kupang secara resmi melepas peserta Pawai Ogoh-ogoh.
Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo menyampaikan bahwa acara seperti Pawai Ogoh-ogoh bisa menjadi kegiatan rutin.
Ke depannya, jika ada perayaan besar keagamaan umat Hindu lainnya, yang bisa diadakan lebih sering, bahkan hingga empat hingga lima kali dalam setahun.
Dengan demikian, Pawai Ogoh-ogoh bisa menjadi bagian dari wisata religi yang menarik.
Berikutnya, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang, dr. I Wayan Ari Wijana, menjelaskan rangkaian kegiatan perayaan Nyepi, dimulai dengan Melasti, yang merupakan ritual pembersihan pura dan diri dengan air suci yang diambil dari lautan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada (26/3/2025). Pada saat, menjelang Hari Raya Nyepi, dilakukan upacara pengerupukan atau Tawur Agung Kesanga, yang melibatkan pengorbanan hewan sebagai simbol untuk membersihkan diri dari hal-hal negatif.
Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, seorang umat Hindu, Gusti Ayu Aprilia, berharap semakin banyak masyarakat yang memahami makna Pawai Ogoh-ogoh dan menyadari bahwa perayaan umat Hindu bukanlah bentuk penyembahan berhala, melainkan simbol untuk menghancurkan hal-hal buruk dan memulai kehidupan yang lebih baik di tahun baru Nyepi.
Hari Raya Nyepi sendiri merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan kalender Śaka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi.














