Warga NTT Diajak Peduli Lingkungan Demi Anak Sehat

Lingkungan Sehat, Anak Sehat.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar acara talkshow yang membahas peran kesehatan lingkungan dalam upaya pencegahan stunting.

Acara talkshow bertema “Lingkungan Sehat, Anak Sehat” yang diselenggarakan pada Selasa, (27/5/2025), bertempat di Studio Radio TIRILOLOK.

Dalam acara talkshow, dihadirkan tiga narasumber utama, yakni Dr. Ae Milianus Mau, S.Kep., Ns., M.Kep., selaku Ketua Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPW PPNI) Provinsi NTT; Oktofianus Sila, SKM., M.Sc., selaku Dosen Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Kupang; serta Pdt. Agustinus M. Hailitik, AMKL, yang menjabat sebagai Bendahara Badan Pengurus Daerah Gereja Bethel Indonesia (BPD GBI) NTT.

Dalam sesi dialog interaktif, Dr. Ae Milianus Mau menekankan bahwa peran kesehatan lingkungan sangat signifikan dalam mencegah stunting.

Ketua DPW PPNI Provinsi NTT menyebutkan pentingnya membiasakan anak-anak mencuci tangan dengan sabun, menggunakan jamban sehat, mengelola sampah rumah tangga dengan benar, memastikan konsumsi air bersih, serta mengelola limbah domestik agar tidak menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk penyebab malaria.

Untuk itu, kebiasaan hidup bersih menjadi awal dari terciptanya keluarga yang sehat.

Berikutnya, Pdt. Ammy Hailitik menambahkan bahwa cara manusia memperlakukan tubuh dan lingkungan sangat memengaruhi kualitas hidup.

Pdt. Ammy Hailitik menyampaikan apresiasi dari pihak gereja kepada pemerintah provinsi atas berbagai program yang telah dijalankan dalam rangka penanganan stunting.

Beliau juga menyatakan harapan agar melalui pertolongan Tuhan, angka stunting di NTT dapat terus ditekan hingga bebas dari stunting.

Sementara itu, Oktofianus Sila mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Menurut beliau, lingkungan yang bersih akan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dan turut berkontribusi dalam menurunkan angka stunting di NTT.

Dilansir dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Provinsi NTT masih memiliki angka kemiskinan yang tinggi, yaitu sebesar 19,48 persen pada Maret 2024.