200 Anak Sekolah di Kota Kupang Ikuti Bimtek “Cerdas Mengulas Buku”

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang gandeng Kantor Bahasa NTT perkuat gerakan literasi anak usia dini.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pada Senin (28/7/2025), Sebanyak 200 siswa sekolah dasar dari berbagai wilayah di Kota Kupang mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk Cerdas Mengulas Buku, yang diselenggarakan di Hotel Neo by Aston. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, dengan menghadirkan pemateri dari Kantor Bahasa Nusa Tenggara Timur.

Dalam sambutan pembuka, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumuliahi Djami, menyampaikan fakta mencemaskan mengenai kondisi literasi di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Berdasarkan data, tercatat 252 siswa Sekolah Dasar (SD) belum mengenal huruf, 298 belum mampu membaca, dan 105 masih berada pada tahap mengeja. Sementara itu, di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), masih terdapat 198 siswa yang belum lepas dari tahap mengeja.

Situasi tersebut menjadi perhatian serius dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran, terutama menjelang pelaksanaan Asesmen Nasional pada kelas lima sekolah dasar, serta evaluasi akademik lainnya.

Melalui kegiatan Bimtek, Kantor Bahasa NTT memberikan pelatihan membaca cepat dan pemahaman bacaan, sekaligus membimbing peserta untuk mampu menyusun ulasan buku secara menarik dan bermakna. Upaya menjadi bagian dari strategi memperkuat literasi nasional, serta menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan berkomunikasi di kalangan siswa.

Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini juga mencerminkan kepedulian terhadap kondisi literasi yang mengalami kemunduran dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah mulai mendorong agar peserta didik yang masuk sekolah dasar merupakan lulusan pendidikan anak usia dini, seperti PAUD atau TK. Langkah diambil karena masih banyak siswa yang belum memperoleh pengenalan dasar terhadap huruf, angka, dan kemampuan membaca sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.

Kondisi tersebut menimbulkan tantangan bagi guru dalam proses pembelajaran, dan berpotensi memengaruhi mutu pendidikan secara keseluruhan.

Kepala Dinas menegaskan bahwa pemahaman terhadap makna “wajib belajar” perlu diluruskan. Kenaikan kelas seharusnya tidak bersifat otomatis, khususnya bagi siswa yang belum menguasai kemampuan dasar membaca. Pendekatan yang lebih tepat adalah memberikan layanan pendampingan atau intervensi khusus, agar siswa tidak mengalami tekanan psikologis yang dapat menghambat semangat belajar.

Melalui pelatihan ini, diharapkan siswa sekolah dasar di Kota Kupang memiliki kesiapan literasi yang lebih baik dan tumbuh menjadi generasi pembaca yang aktif, kritis, dan gemar belajar.

Kegiatan Bimtek berlangsung selama 2 hari yang diikuti Siswa SD dan SMP.