Retret ASN Pemprov NTT, Bukan Sekadar Seremoni Tapi Gerakkan Ekonomi dan Koordinasi

Viral NTT mengangkat tema Menakar Urgensi Retret ASN Pemprov NTT.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK lewat program “Viral NTT” mengangkat tema Menakar Urgensi Retret ASN Pemprov NTT dengan menghadirkan Dr. Marius Ardu Jelamu, M.Si, mantan birokrat Provinsi NTT, sebagai narasumber pada Sabtu, (27 /9/2025).

Dalam dialog yang berlangsung di Studio Radio TIRILOLOK, Dr. Marius menegaskan bahwa retret aparatur sipil negara (ASN) bukanlah acara santai atau sekadar kumpul-kumpul biasa.

“Birokrasi kita ini sangat kompleks. Ada banyak eselon, banyak dinas, dan semuanya saling berkaitan. Retret ini justru jadi ruang penting bagi pejabat-pejabat dari eselon dua, tiga, sampai empat untuk duduk bersama, saling mendengar, dan menyatukan langkah,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama ini koordinasi antarpejabat di Kupang sering terkendala karena kesibukan masing-masing.

“Di Kota Kupang itu, kadang kita susah bertemu karena semua sibuk. Tapi ketika kita ditempatkan di satu lokasi seperti Atambua, suasananya berbeda. Komunikasi jadi lebih fokus dan intens. Ini bukan soal jalan-jalan, tapi soal membangun koordinasi lintas sektor,” katanya.

Retret ini, menurut Dr. Marius, juga berdampak positif bagi ekonomi lokal. Dengan anggaran sekitar Rp1 miliar, pemerintah membeli berbagai kebutuhan seperti beras, sayur, daging, dan ikan langsung dari petani, peternak, dan nelayan lokal.

“Uangnya muter di Atambua. Tidak dibelanjakan di luar daerah. Ini langsung menggerakkan ekonomi masyarakat, dan otomatis meningkatkan potensi penerimaan pajak daerah juga,” jelasnya.

Ia menilai, keputusan Pemprov NTT memilih Kabupaten Belu sebagai lokasi retret adalah langkah strategis. Tidak hanya untuk menyebar perputaran uang keluar dari Kupang, yang selama ini jadi pusat ekonomi, tapi juga untuk memberi dampak nyata di daerah yang lebih membutuhkan.

“Retret ASN ini harus dilihat sebagai momen untuk menyatukan visi birokrasi dan juga menggerakkan ekonomi lokal. Tapi tentu saja, anggaran harus terus diawasi agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tandas Dr. Marius.