Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Fenomena El Niño diperkirakan memperkuat kondisi musim kemarau di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang saat ini telah memasuki periode kemarau dengan penurunan curah hujan di sejumlah daerah.
Analis dan Prakirawan Iklim Stasiun Klimatologi NTT pada BMKG, Indra, menjelaskan bahwa secara klimatologis NTT telah memasuki musim kemarau sejak akhir April hingga awal Mei 2026, meski di beberapa wilayah masih terjadi hujan dengan intensitas rendah.
Menurut Indra, penetapan musim di Indonesia didasarkan pada akumulasi curah hujan dalam periode dasarian atau 10 harian. Jika dalam satu dasarian curah hujan tidak memenuhi kriteria musim hujan, kemudian diikuti dua dasarian berikutnya dengan kondisi serupa, maka wilayah tersebut dinyatakan telah memasuki musim kemarau.
“Secara umum, peralihan musim hujan ke kemarau di NTT terjadi pada akhir April hingga awal Mei. Saat ini sudah masuk musim kemarau, meskipun masih ada beberapa wilayah yang menerima hujan dengan intensitas tidak signifikan,” jelas Indra dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, di ruang kerjanya, Kamis (11/6/2026).
Ia menegaskan bahwa musim kemarau bukan berarti tanpa hujan sama sekali, demikian pula musim hujan tidak berarti hujan terjadi setiap hari. Kondisi tersebut masih dapat terjadi dalam skala lokal dan bersifat sporadis.
Terkait fenomena El Niño yang saat ini aktif, Indra menjelaskan bahwa fenomena iklim tersebut dapat menyebabkan penurunan curah hujan secara signifikan, bahkan memperpanjang durasi musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk NTT.
“Dampaknya adalah berkurangnya curah hujan, dan pada musim kemarau bisa membuat periode kering menjadi lebih panjang dari biasanya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mulai mengelola dan menghemat penggunaan air, mengingat kondisi ketersediaan air yang dapat menurun dalam beberapa bulan ke depan hingga memasuki awal musim hujan yang diperkirakan terjadi sekitar November hingga Desember 2026.
“Di beberapa wilayah yang masih memiliki cadangan air, kami imbau agar mulai dilakukan penghematan untuk menghadapi beberapa bulan ke depan,” tambahnya.
BMKG melalui Stasiun Klimatologi NTT akan terus melakukan pemutakhiran informasi iklim setiap 10 hari, termasuk perkembangan El Niño dan dinamika musim kemarau di wilayah tersebut.














