Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, memimpin Misa pemakaman Romo Yakobus Longga, Pr., yang akrab disapa Romo Yallo, di Gereja Kuasi Paroki Santo Petrus Haukoto, Fatukoa, Sabtu (10/10/2026).
Dalam homilinya, Mgr. Hironimus Pakaenoni menyampaikan duka mendalam atas kepergian Romo Yallo. Ia menegaskan bahwa kepergian seorang imam merupakan kehilangan besar, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi Gereja, umat yang dilayani, dan masyarakat yang pernah merasakan pengabdiannya.
Menurut Uskup Agung Kupang, seorang imam dipanggil untuk menghadirkan Kristus melalui pelayanan, mendengarkan pergumulan umat, menguatkan mereka yang menghadapi kesulitan, serta membimbing umat agar semakin dekat dengan Tuhan.
Uskup Agung Kupang juga mengenang perjalanan panggilan dan pelayanan Romo Yallo sebagai pelayan altar, pewarta Injil, dan pelayan sakramen.
Ia menjelaskan bahwa pelayanan seorang imam kerap berlangsung dalam kesederhanaan dan keheningan. Pelayanan itu diwujudkan melalui perayaan Ekaristi, pewartaan Sabda Tuhan, pendampingan pastoral, serta kehadiran di tengah berbagai peristiwa kehidupan umat.
“Tidak semua pengorbanan seorang imam terlihat oleh banyak orang. Doa, pergumulan, penderitaan, dan pelayanan yang dilakukan tanpa mengharapkan balasan tetap berada dalam penyelenggaraan Allah,” ujarnya.
Karena itu, Mgr. Hironimus Pakaenoni mengajak umat untuk menyerahkan seluruh perjalanan hidup Romo Yallo kepada kerahiman Tuhan. Ia juga mengungkapkan harapan agar almarhum memperoleh kehidupan abadi bersama para kudus di surga.
Kepada keluarga almarhum, terutama ibu dan saudara-saudarinya, Uskup Agung Kupang menyampaikan belasungkawa sekaligus apresiasi atas pengabdian Romo Yallo kepada Gereja lokal Keuskupan Agung Kupang.
Menurut Uskup Agung Kupang, pengabdian seorang imam menjadi bagian penting dalam perjalanan Gereja dan kehidupan umat yang telah dilayaninya.
Usai perayaan Misa, jenazah Romo Yallo diantar ke Pekuburan Imam Projo Keuskupan Agung Kupang di Penfui, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk dimakamkan.
Kepergian Romo Yallo menjadi momen bagi keluarga, umat, dan seluruh komunitas Gereja untuk mengenang perjalanan panggilan serta pelayanan yang telah dipersembahkannya bagi Tuhan dan sesama.














